SKETSA | Rhoma Irama
Ani, Ani Sungguh aku tahu kau cinta padaku Ani, Ani Engkau juga tahu ku cinta padamu Tetapi untuk sementara biarlah berpisah Ku pergi karena terpaksa demi cita-cita Ani, Ani Tabahkan hatimu, aku juga rindu
Ini semua aku lakukan demi cinta Cintaku kepadamu, Ani, cinta yang suci
Nanti bila sudah tercapai cita-cita Baru aku akan kembali padamu, Ani Sabarlah sayang, tunggu ku pulang Sabarlah sayang, tunggu ku pulang
Di masa tua, di umur 76 tahun, Rhoma aktif membuat Podcast bersama teman-temannya dari masa lalu. Dengan logatnya yang di-arab-arab-kan dan seringkali beristighfar serta menahan tawa, Podcast itu menarik. Namun akan lebih baik jika sedikit diedit agar lebih ringkas dan padat. Upayanya dulu ketika ia ingin menjadi “pahlawan Islam” diwujudkan dengan langkah berani, yaitu ia berkampanye dengan PPP pada Pemilu tahun 1977. Sungguh ia seorang pahlawan demokrasi sejati. Sementara semua artis lain – melalui Aneka Ria Safari – yang dikoordinir Eddy Soed, bergabung dengan Golkar. Langkah itu pun merugikan dirinya, karena kemudian Soneta tidak boleh lagi muncul di TVRI. Hebatnya Rhoma Irama, setelah dihajar sedemikian rupa, ia masih saja mau didekati Suharto ketika di tahun 1995 Islam mulai dirayu oleh Pemerintah. Langkah menjadi pahlawan itu dilanjutkan Rhoma dengan mendirikan Partai Idaman di zaman Reformasi. Sayang Partai itu tidak pernah lolos electoral threshold. Meski demikian ia masih terus berjuang sampai sekarang. Tetap semangat !.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!