Heboh Penarikan 40 Merek Beras, Bos Bulog Sidak Ritel Modern, Ini Hasilnya 6 Aug 2026 Cegah Keracunan MBG, SPPG Tanpa SLHS Terancam Ditutup Permanen 6 Aug 2026 Polisi Tetapkan Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi di Depok 6 Aug 2026 BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 poin 6 Aug 2026 Jadwal Persija vs Arema FC, Perebutan Juara Tiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 Riset DIR: Trust Publik Menguat, Modal Baru Benahi MBG 6 Aug 2026 Preview Persib vs Persebaya: Buru Trofi Pembuka Era Baru 6 Aug 2026 KDMP Nagrak Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Bandung Beri Apresiasi 6 Aug 2026 Truk Batu Bara Tabrak Lima Kendaraan di Ciwidey 6 Aug 2026 Dokter RSUD Ruteng Minta Maaf Usai Komentar soal Pasien BPJS Viral 6 Aug 2026 Heboh Penarikan 40 Merek Beras, Bos Bulog Sidak Ritel Modern, Ini Hasilnya 6 Aug 2026 Cegah Keracunan MBG, SPPG Tanpa SLHS Terancam Ditutup Permanen 6 Aug 2026 Polisi Tetapkan Saepullah Tersangka Kasus Mutilasi di Depok 6 Aug 2026 BPS: Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 Capai 83,28 poin 6 Aug 2026 Jadwal Persija vs Arema FC, Perebutan Juara Tiga Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 Riset DIR: Trust Publik Menguat, Modal Baru Benahi MBG 6 Aug 2026 Preview Persib vs Persebaya: Buru Trofi Pembuka Era Baru 6 Aug 2026 KDMP Nagrak Jalin Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Bandung Beri Apresiasi 6 Aug 2026 Truk Batu Bara Tabrak Lima Kendaraan di Ciwidey 6 Aug 2026 Dokter RSUD Ruteng Minta Maaf Usai Komentar soal Pasien BPJS Viral 6 Aug 2026

Terkuak! Dalang Penyiraman Air Keras Aktivis Mulai Terungkap

ED
Kamis, 19 Maret 2026 | 05:44 WIB
Bagikan
Terkuak! Dalang Penyiraman Air Keras Aktivis Mulai Terungkap

VISI.NEWS | JAKARTA - Komitmen Polda Metro Jaya dalam mengusut kasus penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis KontraS akhirnya menemui titik terang. Melalui pendekatan Scientific Crime Investigation, aparat berhasil mengidentifikasi para pelaku di balik aksi brutal tersebut.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026) mengungkap, pengusutan kasus ini dilakukan secara sistematis dengan mengandalkan bukti ilmiah dan teknologi digital. Kasus ini juga menjadi perhatian serius pimpinan Polri sebagai prioritas penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Kunci utama pengungkapan berasal dari penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil analisa tersebut, penyidik mampu memetakan pergerakan pelaku, baik sebelum maupun setelah aksi penyiraman terjadi.

Bukti krusial ditemukan ketika kamera pengawas merekam wajah salah satu pelaku secara jelas sesaat sebelum beraksi. Dalam rekaman tersebut, pelaku terlihat belum mengenakan helm sehingga memudahkan proses identifikasi.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya menyebut, penyidik telah mencocokkan data visual dengan basis data kepolisian serta keterangan 15 saksi. Hasilnya, dua pelaku utama berhasil diidentifikasi dengan inisial BHWC dan MAK.

Namun, penyelidikan tidak berhenti pada dua nama tersebut. Polisi menemukan indikasi kuat adanya keterlibatan pihak lain dalam aksi ini, bahkan jumlah pelaku diduga lebih dari empat orang.

Seiring berkembangnya kasus, muncul dugaan keterlibatan oknum aparat. Untuk menjaga transparansi dan profesionalitas, penanganan perkara kemudian dilimpahkan kepada Pusat Polisi Militer TNI.

Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang pelaku. Tiga di antaranya merupakan perwira aktif berpangkat kapten dan letnan satu, yakni Kapten NDP, Lettu SL, dan Lettu BHW, serta satu anggota berpangkat Serda berinisial ES.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.