SKETSA | Benturan Peradaban (III)
Perang Salib berlangsung berkali-kali di tempat yang berlainan dengan tujuan yang berbeda-beda di masing-masing kubu. Pihak Eropa bertujuan menguasai kembali kota Yerusalem, sementara pihak Islam berusaha melindungi daerah kekuasaannya. Untuk beberapa saat kubu Eropa berhasil menguasai Yarusalem, yaitu pada Perang Salib yang ke-3 (1189-1192). Namun tidak bertahan lama, karena selanjutnya Yarusalem kembali didominasi kekuasaan Islam. Yarusalem mulai terlepas dari Turki ketika Kesultanan Turki yang dipimpin oleh Sultan Mehmed V dan Perdana Menteri Said Halim Pasya bergabung dengan Triple Aliansi (Jerman - Austria – Italia) pada tahun 1914. Hal itu menyebabkan Turki terlibat dalam Perang Dunia I yang berakhir dengan kekalahan Triple Aliansi dan kejatuhan Turki pada tentara Sekutu di tahun 1918.
Benturan Antarperadaban
Peradaban Barat merupakan peradaban besar yang seringkali memicu terjadinya benturan keras antar peradaban. Hubungan antara kekuasaan dan kebudayaan Barat dengan peradaban lain menjadi karakteristik paling umum dalam dunia peradaban. Persoalan utama dalam hubungan antara Barat dan dunia sekitarnya ditandai dengan adanya ketidaksesuaian antara upaya Barat – terutama Amerika – untuk mempropagandakan universalitas kebudayaan Barat dengan kekurangmampuan Barat untuk mengimplementasikannya. Kegagalan Komunisme menimbulkan anggapan di kalangan masyarakat Barat bahwa ideologi liberalisme demokratik dapat diterima secara global dan karenanya memiliki validitas yang bersifat universal. Barat, khususnya Amerika, memaksakan negara lain untuk menerapkan nilai-nilai universalisme, yaitu demokrasi ala Barat, menerapkan pasar bebas, mendukung hak asasi manusia, dan mengedepankan individualisme. Apa yang bagi Barat merupakan universalisme, bagi masyarakat non-Barat merupakan imperialisme. Bagi Huntington, kalau ingin modern, maka Timur harus meninggalkan kebudayaan-kebudayaan mereka sendiri, hal itu sungguh-sungguh mustahil. Belum lagi Amerika itu tidak konsisten, mau mengajarkan orang Timur, terutama Timur Tengah (baca: Islam) berdemokrasi, tetapi kenyataannya Amerika ingin menyerobot minyak di bumi Arab. Hal itu yang membuat bangsa Arab tidak percaya dengan Amerika dan Barat pada umumnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!