Ida Nurlaela Dorong PTPN III Kembangkan Sorgum untuk Bioetanol

Desi Rossilawati
PN
Selasa, 7 Juli 2026 | 10:00 WIB
Bagikan
Ida Nurlaela Dorong PTPN III Kembangkan Sorgum untuk Bioetanol

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ida Nurlaela Wiradinata./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ida Nurlaela Wiradinata, mendorong PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN III) beserta subholding untuk mempertimbangkan pengembangan sorgum sebagai bahan baku bioetanol. Menurutnya, komoditas tersebut berpotensi mendukung program hilirisasi pangan dan energi sekaligus mengoptimalkan lahan-lahan kering yang belum produktif di Jawa Barat.

Mengawali penyampaiannya, Ida mengapresiasi paparan Direksi PTPN III mengenai kondisi keuangan perusahaan serta berbagai penjelasan yang telah disampaikan kepada Komisi VI DPR RI.

"Saya juga memberikan apresiasi terhadap pemaparan mengenai kondisi keuangan yang telah kita dengar. Banyak pertanyaan yang sangat baik dari teman-teman sebelumnya. Saya hanya ingin menyampaikan sedikit aspirasi dari masyarakat di daerah pemilihan kami," ujar Ida dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direktur Utama PTPN III beserta jajaran subholding pada Senin (6/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Ida menyoroti strategi PTPN III yang mendapat penugasan pemerintah untuk mendukung swasembada pangan dan ketahanan energi melalui tiga pilar, yakni intensifikasi, ekstensifikasi, dan hilirisasi.

Menurutnya, pelaksanaan hilirisasi perlu memperhitungkan keuntungan jangka pendek maupun skema investasi agar program yang dijalankan tetap berkelanjutan.

"Perlu dihitung juga keuntungan jangka pendeknya, termasuk investasi itu dilakukan oleh siapa," katanya.

Ia juga menyoroti rencana hilirisasi berbagai komoditas yang dikembangkan PTPN III, seperti sawit, tebu, singkong, dan jagung untuk mendukung industri pangan serta bioetanol.

Ida mengingatkan bahwa pengembangan bioetanol berbasis tebu harus memperhatikan kondisi petani di lapangan.

Menurutnya, pembangunan pabrik gula yang tengah didorong pemerintah perlu diiringi dengan kepastian pasar bagi hasil panen petani.

"Sementara petani masih menghadapi persoalan hasil tebunya harus dijual kemana," ujarnya.

Selain tebu, singkong, dan jagung, Ida mengusulkan agar PTPN III mulai mempertimbangkan sorgum sebagai alternatif bahan baku bioetanol.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah di daerah pemilihannya di Jawa Barat memiliki karakteristik lahan yang sesuai untuk pengembangan tanaman tersebut.

Menurut Ida, lahan dengan ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut, beriklim panas, dan cenderung kering sangat cocok untuk budidaya sorgum.

"Kalau di daerah Kabupaten Pangandaran sangat cocok karena lahannya panas dan kering," katanya.

Ida mengatakan usulan tersebut juga didasarkan pada hasil riset akademik yang dilakukan salah seorang profesor dari perguruan tinggi yang menjadi mitra penelitiannya.

Ia menjelaskan bahwa limbah hasil produksi bioetanol dari sorgum masih memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik maupun biomassa untuk kebutuhan co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

"Limbah bioetanol dari sorgum dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, sedangkan residunya bisa digunakan sebagai biomassa untuk co-firing batubara di PLTU," jelasnya.

Menurutnya, pemanfaatan sorgum tidak hanya menghasilkan energi terbarukan, tetapi juga memberikan manfaat tambahan melalui pemanfaatan limbah hasil pengolahan.

Di akhir penyampaiannya, Ida berharap PTPN III beserta subholding tidak hanya berfokus pada singkong dan jagung sebagai bahan baku bioetanol, tetapi juga membuka peluang pengembangan sorgum sebagai komoditas baru.

"Diversifikasi bahan baku akan memperluas sumber energi terbarukan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif," ujarnya.

Ida juga menyampaikan bahwa aspirasi tersebut berasal dari masyarakat di daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kota Banjar.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.