SKETSA | Benturan Peradaban (III)
Oleh Syakieb Sungkar
KIRANYA benturan Islam dan Barat yang dimaksud Huntington, dimulai sejak Perang Salib dari abad 11 sampai abad ke-17. Perang Salib pertama kali dicetuskan oleh Paus Urbanus II pada tahun 1095 dalam sidang Konsili Clermont. Ia menghimbau hadirin agar mengangkat senjata membantu Kaisar Romawi Timur melawan orang Turki Seljuk, dan untuk melakukan ziarah bersenjata ke Yarusalem. Imbauannya itu ditanggapi dengan penuh semangat oleh lapisan masyarakat Eropa. Sejarahwan Charles Mills membagi Perang Salib atas sembilan bagian, dimulai dari Perang Salib I (1095-1099) sampai Perang Salib IX (1271-1272). Thomas Madden menulis, “Perang Salib yang pertama merupakan suatu perang terhadap kaum Muslim demi membela iman Kristen. Mereka memulainya sebagai suatu akibat dari penaklukkan kaum Muslim atas wilayah-wilayah kaum Kristen.” Perang Salib keempat (1204) mengakibatkan perampokan tentara Katholik Roma atas Konstantinopel (sekarang bernama Istanbul, ibukota Bizantium yang merupakan pusat kekaisaran Kristen Ortodoks) dalam perjalanannya ke Yarusalem, dan menyebabkan Kekaisaran Bizantium menjadi lemah dan lama kelamaan jatuh kepada kekuasaan Ottoman (1453). Hal ini disebut sebagai pengkhianatan sesama Kristen, karena orang-orang Roma itu tega-teganya - sambil lewat menuju Yarusalem - merampok kerajaan Kristen Ortodoks di Bizantium.
Baca juga SKETSA | Benturan Peradaban (II) SKETSA | Benturan Peradaban (I) SKETSA | Blois SKETSA | Ukraina SKETSA | WAG SKETSA | FacebookBerbeda dengan Charles Mills yang menyudahi periode Perang Salib hanya sampai pada tahun 1272, maka orang menyebut peristiwa Reconquista, yaitu penaklukan kembali Semenanjung Iberia, di Giblartar Spanyol (1123-1492) sebagai Perang Salib. Akibat dari perang ini, orang Muslim dan Yahudi dipaksa keluar dari Spanyol. Istilah Perang Salib juga digunakan dalam membendung laju ekspansi Kekaisaran Turki Utsmaniyah pada pertengahan abad 14 dan baru berakhir pada tahun 1699. Untuk mengeroyok Turki maka Paus Innosensius (Innocent XI) pada tahun 1684 membuat persekutuan Roma dengan Polandia, Lithuania, Venesia dan Rusia. Perang berakhir dengan lepasnya Hongaria, Transylvania, Slevonia, Kroasia, Podolia, Dalmatia, dan Morea dari tangan Turki.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!