SKETSA | Atta Halilintar
Oleh Syakieb Sungkar
BAGI yang belum tahu siapa Atta Halilintar, ia adalah YouTuber dengan pengikut terbanyak di Asia Tenggara. Ia mempunyai 29,5 juta subscriber dengan penghasilan lebih dari Rp 30 Milyar per bulan. Nama Atta yang sebenarnya adalah Muhammad Attamimi Halilintar, yang dilahirkan di Dumai, Riau, 27 tahun yang lalu. Parasnya tidak seganteng Nicholas Saputra namun jenis konten video prank dalam YouTube-nya menjadi yang pertama dalam genre itu. Prank berarti olok-olok, seloroh, senda gurau, di mana Atta sendiri yang menjadi pemerannya. Dalam YouTube ia menyaru menjadi cewek matre, atau gembel, dan macam-macam ulah yang kadangkala menjengkelkan orang. Interaksi antara Atta dengan lawan mainnya yang secara spontan masuk dalam videonya, kadang-kadang betulan kadang juga setingan (pura-pura). Apapun itu, sejauh penggemarnya bertambah maka ia akan terus dikejar oleh para penjual produk untuk mengiklankan barang dagangannya.
Atta adalah selebriti internet, juga dikenal sebagai influencer media sosial, yaitu seorang selebriti yang telah memperoleh atau mendapat ketenaran melalui Internet. Munculnya media sosial telah membantu meningkatkan jangkauan mereka ke khalayak global. Saat ini, influencer populer menggunakan platform online seperti Instagram, YouTube, Twitter, Facebook, dan TikTok. Selebriti internet berfungsi mempromosikan gaya hidup tertentu. Dalam peran yang dimainkannya, mereka adalah pemberi pengaruh atas tren mode, memasak, teknologi, travelling, film, sports, politik, dan musik. Selebriti internet dapat direkrut oleh perusahaan untuk menjadi pemasar atau influencer yang mengiklankan produk kepada penggemar dan pengikut mereka di platformnya. Walau dalam dekade terakhir, kecenderungan menunjukkan bahwa Instagram, aplikasi yang memiliki lebih dari 1 miliar pengguna itu, memegang mayoritas populasi influencer.
Mulai tahun 2001 orang menyadari bahwa Influencer Media Sosial dapat mengalahkan Selebriti Tradisional. Khalayak muda lebih mudah dipengaruhi platform media sosial, ketimbang media sebelumnya dari masa lalu: seperti majalah, papan reklame, iklan, dan tabloid yang menampilkan selebritas. Memanipulasi citra dan gaya hidup tertentu secara online dianggap lebih mudah dan cenderung dipercayai oleh pemirsa. Daya tarik selebriti online bagi masyarakat telah menciptakan rasa percaya dan keyakinan yang diterjemahkan konsumen ke dalam kredibilitas produk yang dipromosikan. Konsumen lebih menggunakan forum internet dan media sosial untuk membuat keputusan pembelian ketimbang iklan tradisional dari media cetak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!