Seni Pererat Persahabatan China-Serbia
Kemudian pada Januari 2026, Belgrade menjadi tuan rumah pameran porselen Dehua, salah satu warisan kerajinan paling terkenal dari China. Pameran tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat Serbia untuk mengenal lebih dekat tradisi seni keramik yang telah berkembang selama ratusan tahun di Negeri Tirai Bambu.
Tidak hanya itu, pada April 2026, Kelas Konfusius di Sekolah Menengah Filologi Serbia juga merayakan Hari Bahasa Mandarin Internasional dengan berbagai kegiatan budaya seperti menyanyikan lagu-lagu populer China, berlatih tai chi, serta membacakan kutipan-kutipan dari kitab klasik Konfusius.
Berbagai kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat kedua negara terhadap budaya masing-masing. Pertukaran budaya tidak hanya mempererat hubungan pemerintah, tetapi juga membangun kedekatan langsung antara masyarakat China dan Serbia.
Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan setelah pertemuan Xi Jinping dan Aleksandar Vucic, kedua negara menegaskan komitmen untuk membuka babak baru dalam pertukaran antarmasyarakat dan integrasi budaya.
Bagi China dan Serbia, hubungan budaya dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan memperkuat kerja sama di berbagai sektor lainnya, termasuk ekonomi, pendidikan, teknologi, dan pariwisata.
Pepatah Serbia yang berbunyi *"Prijatelj je plod vremena"* atau "persahabatan adalah buah dari waktu" menjadi gambaran hubungan kedua negara yang terus tumbuh melalui interaksi budaya dan saling pengertian selama puluhan tahun.
Dengan semakin intensifnya pertukaran seni dan budaya, China dan Serbia optimistis dapat memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin lama sekaligus menciptakan masa depan kerja sama yang lebih erat dan saling menguntungkan bagi kedua bangsa.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!