Seni Pererat Persahabatan China-Serbia
VISI.NEWS | BEIJING – Hubungan persahabatan antara China dan Serbia kembali diperkuat melalui kerja sama di bidang seni dan budaya. Kedua negara menegaskan komitmen untuk memperluas pertukaran budaya, pendidikan, dan kesenian sebagai bagian dari upaya memperdalam hubungan strategis yang selama ini terjalin erat.
Komitmen tersebut terlihat dalam kunjungan Peng Liyuan, istri Presiden China Xi Jinping, bersama Tamara Vucic, istri Presiden Serbia Aleksandar Vucic, ke Akademi Tari Beijing pada awal pekan ini. Kunjungan tersebut menjadi simbol kuat hubungan budaya yang terus berkembang di tengah meningkatnya kerja sama bilateral antara kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, Peng dan Tamara menyaksikan secara langsung proses pembelajaran berbagai jenis tarian, mulai dari tari tradisional China hingga balet. Keduanya juga menikmati pertunjukan yang dibawakan para mahasiswa akademi dan berdialog dengan para pengajar serta pelajar dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.
Peng Liyuan menegaskan bahwa seni tari memiliki kekuatan untuk melampaui batas negara, bahasa, dan budaya. Menurutnya, seni merupakan sarana penting untuk membangun pemahaman dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
"Seni tari mampu menyampaikan budaya dan gagasan, serta memiliki peran unik dalam memperkuat pertukaran antarmasyarakat dan pembelajaran antarperadaban," ujarnya.
Ia berharap para seniman dari kedua negara dapat meningkatkan kerja sama dan menghasilkan karya-karya berkualitas yang mampu mempererat hubungan masyarakat China dan Serbia. Tamara Vucic juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pertukaran budaya dan seni demi memperkuat persahabatan kedua negara.
Hubungan budaya antara China dan Serbia sebenarnya telah terjalin selama puluhan tahun. Seni dan kebudayaan menjadi salah satu fondasi penting dalam perkembangan hubungan diplomatik kedua negara yang kini berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif.
Pada tahun 2024, Peng Liyuan mengunjungi Museum Nasional Serbia atas undangan Tamara Vucic. Museum tersebut merupakan museum terbesar dan tertua di Serbia. Dalam kunjungan itu, keduanya meninjau pameran lukisan, menyaksikan demonstrasi kerajinan tenun tradisional perempuan Serbia, hingga mencoba membuat bola felt yang menjadi salah satu kerajinan khas negara tersebut.
Selama kunjungan itu, Peng berulang kali menyampaikan apresiasi terhadap karya seni dan kerajinan Serbia yang dinilai memiliki nilai budaya tinggi serta mencerminkan kekayaan warisan peradaban bangsa tersebut.
Ia menekankan pentingnya memperluas kerja sama budaya antara kedua negara guna membangun jembatan dialog antarperadaban yang semakin kuat di masa depan.
Sejarah mencatat, pertukaran budaya China dan Serbia telah berlangsung sejak pertengahan abad ke-20. Pada tahun 1955, kelompok seni nasional Serbia, Kolo, melakukan kunjungan pertamanya ke China. Peristiwa tersebut menjadi tonggak awal hubungan budaya yang kemudian berkembang selama lebih dari tujuh dekade.
Pada peringatan 70 tahun kunjungan bersejarah tersebut yang digelar pada 2025, mantan Sekretaris Negara Kementerian Kebudayaan Serbia, Lav Pajkic, menyatakan bahwa kerja sama budaya merupakan salah satu pilar utama hubungan Serbia dan China.
Menurutnya, selama 70 tahun terakhir kedua bangsa terus saling mengenal, belajar, dan menghargai peradaban masing-masing. Proses tersebut semakin memperkuat hubungan yang sering disebut sebagai "persahabatan baja" antara Serbia dan China.
Dalam beberapa tahun terakhir, pertukaran budaya kedua negara menunjukkan perkembangan yang semakin pesat seiring meningkatnya hubungan strategis bilateral.
Presiden China Xi Jinping dalam pertemuannya dengan Presiden Serbia Aleksandar Vucic menegaskan pentingnya memperluas kerja sama di bidang budaya, pendidikan, olahraga, pariwisata, serta kerja sama antarwilayah untuk menjaga dan mengembangkan persahabatan tradisional kedua bangsa.
Berbagai kegiatan budaya telah dilaksanakan sebagai wujud nyata komitmen tersebut. Pada tahun 2024, Teater Rakyat Beijing tampil di Belgrade dengan membawakan drama "Our Jing Ke", karya sastrawan pemenang Nobel Sastra Mo Yan. Pertunjukan tersebut memperkenalkan seni pertunjukan dan estetika budaya China kepada masyarakat Serbia.
Kemudian pada Januari 2026, Belgrade menjadi tuan rumah pameran porselen Dehua, salah satu warisan kerajinan paling terkenal dari China. Pameran tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat Serbia untuk mengenal lebih dekat tradisi seni keramik yang telah berkembang selama ratusan tahun di Negeri Tirai Bambu.
Tidak hanya itu, pada April 2026, Kelas Konfusius di Sekolah Menengah Filologi Serbia juga merayakan Hari Bahasa Mandarin Internasional dengan berbagai kegiatan budaya seperti menyanyikan lagu-lagu populer China, berlatih tai chi, serta membacakan kutipan-kutipan dari kitab klasik Konfusius.
Berbagai kegiatan tersebut dinilai menjadi sarana efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat kedua negara terhadap budaya masing-masing. Pertukaran budaya tidak hanya mempererat hubungan pemerintah, tetapi juga membangun kedekatan langsung antara masyarakat China dan Serbia.
Dalam pernyataan bersama yang diterbitkan setelah pertemuan Xi Jinping dan Aleksandar Vucic, kedua negara menegaskan komitmen untuk membuka babak baru dalam pertukaran antarmasyarakat dan integrasi budaya.
Bagi China dan Serbia, hubungan budaya dipandang sebagai investasi jangka panjang yang akan memperkuat kerja sama di berbagai sektor lainnya, termasuk ekonomi, pendidikan, teknologi, dan pariwisata.
Pepatah Serbia yang berbunyi *"Prijatelj je plod vremena"* atau "persahabatan adalah buah dari waktu" menjadi gambaran hubungan kedua negara yang terus tumbuh melalui interaksi budaya dan saling pengertian selama puluhan tahun.
Dengan semakin intensifnya pertukaran seni dan budaya, China dan Serbia optimistis dapat memperkuat hubungan persahabatan yang telah terjalin lama sekaligus menciptakan masa depan kerja sama yang lebih erat dan saling menguntungkan bagi kedua bangsa.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!