Sebar Teknologi ke 34 Provinsi, AgResults Guyur Rp23 Miliar untuk Pelaku Usaha Akuakultur
Foto bersama setelah acara penutupan proyek yang digelar WWF-Indonesia selaku pengelola AgResults di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (11/6/2026). /visi.news/ist
Dalam acara puncak, peserta menyaksikan berbagai perubahan positif yang berhasil dicapai selama proyek berlangsung. Hambatan akses terhadap teknologi dan layanan pendampingan teknis yang selama ini dialami pembudidaya berhasil dikurangi. Kondisi tersebut membuka peluang lebih besar bagi masyarakat lokal dan kelompok yang sebelumnya kurang terlayani untuk meningkatkan kesejahteraan melalui usaha budi daya.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb Haeru Rahayu, mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan perikanan budi daya laut, pesisir, dan darat secara berkelanjutan.
"KKP terus mendorong pengembangan perikanan budi daya laut, pesisir, dan darat yang berkelanjutan melalui salah satu strategi utama, yaitu pengembangan komoditas ekspor unggulan melalui revitalisasi dan modeling sistem budi daya serta penguatan komoditas lokal berbasis kearifan lokal melalui kampung perikanan budi daya," ujarnya.
Ia menambahkan, dalam kerangka Ekonomi Biru menuju Indonesia Emas 2045, peningkatan produksi perikanan budi daya didorong melalui pemanfaatan teknologi, termasuk pemantauan kualitas air dan penggunaan pakan berkualitas untuk meningkatkan produktivitas akuakultur.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Australia melalui Department of Agriculture, Fisheries and Forestry (DAFF).
"Proyek ini telah membantu para pembudidaya skala kecil agar tidak tertinggal seiring berkembangnya sektor akuakultur, memastikan mereka memperoleh akses yang lebih besar terhadap teknologi, pengetahuan, dan kemitraan pasar yang dapat meningkatkan produktivitas serta pendapatan mereka," kata Konselor DAFF Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Wisruthiy Shankar.
Ia menilai kemajuan pembangunan akan lebih bermakna ketika mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi komunitas untuk tumbuh dan berkembang.
Sementara itu, CEO WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda, menyebut proyek percontohan tersebut telah menunjukkan dampak positif terhadap percepatan adopsi teknologi di tingkat pembudidaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!