REFLEKSI | Ustad dan Bidadari
Apa yang harus kita sikapi, jika kita mendapatkan seorang ustad yang dalam penyampaiannya tidak membuat kita menjadi cerdas, dan terbukanya pemahaman?
Sebaiknya kita tinggalkan!
Karena tidak ada ilmu yang bisa kita dapatkan dari seorang penyampai yang panjang angan-angan dan besar nafsunya.
Menurut Sayid Bakari al-Makki bin Sayid Muhammad Syatho ad-Dimyathii dalam karyanya Kifayat al-Atqiya' Wa Minhaj al-Ashfiya, kunci menggapai kebahagiaan dan kebaikan adalah melawan kedua perkara yang diperingatkan Rasulullah tersebut. "Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya." (QS an-Naziaat : 40).***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!