REFLEKSI | Toa & Kepribadian

ED
Kamis, 24 Februari 2022 | 08:31 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Toa & Kepribadian

Oleh Bambang Melga Suprayogi M.Sn.

TOA, atau pengeras suara, merupakan alat bantu yang biasa di pergunakan umumnya oleh umat Islam, untuk kebutuhan membantu ritual keagamaannya.

Bila jaman dahulu, sebelum adanya toa, cara masyarakat dalam mengetahui masuknya waktu ibadah, adalah dengan mendengar kentongan, atau bedug.

Setelah adanya kemajuan jaman, toa merupakan alat bantu yang sangat efektif untuk dipergunakan masyarakat Islam, dalam membantu banyak acara-acara keagamaan, dan juga ritualnya, pokoknya, toa, "is the best" tak bisa tergantikan !

Toa harus ada. Tampa ada toa, seperti tak bisa apa-apa ! Nah lho...?

Sehingga, sampailah...toa pada eksistensi keberadaan karakter jatidirinya, Toa, bagai sebuah keberkahan Tuhan, untuk manusia secara individu, kelompok, dan identik dengan organisasi masa Islam, seperti yang tertulis di surat edaran pak menterinya.

Dan saking merasa terberkahinya, toa pada akhirnya harus memensiunkan keberadaan kentongan dan beduq yang ada di masjid-masjid, sampai hanya menjadi pajangan saja...dan untuk menghormatinya, agar tidak hilang sama sekali dari peredaran, Keduanya, hanya di gunakan sekali kali, pada saat perayaan hari rayanya saja.

Penggunaan toa dalam dinamika kehidupan masyarakat modern, beberapa waktu kemarin, telah juga meninggalkan rekam jejak polemik, tak sedikit masyarakat diluar Islam yang mencoba mengingatkan penggunaan toa agar digunakan tidak berlebihan, pun suara yang sama pernah diutarakan oleh Ketua DMI pusat, bapak Jusuf Kalla, untuk menggunakan toa sesuai fungsinya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.