REFLEKSI | Penglihatan Batin, Penglihatan Normal dan Logika
Untuk mereka yang memiliki kemampuan mukasyafah, anugrah Allah itu adalah ujian ! Allah tak semata-mata menitipkan itu, jika tak memiliki maksud dan tujuan !
Allah maha memproses, menjadikan manusia dewasa dengan perjalanan pengalaman spiritualnya dengan kelebihan yang dimiliki.
Itu sebagai jalan Tuhan, dalam memberi cobaan, apakah ia bersyukur atas ilmunya itu, dan menjadikannya manusia yang tawadhu, berhati halus, bertutur lembut, dan hati-hati dalam menjaga hubungan baiknya antara manusia, yang harus saling menghormati dan menjaga silaturahminya.
Andai ia tak bisa menjaga kemukasyafahannya, dan bicaranya tak bisa menjaga perasaan manusia normal lainnya, alangkah baiknya, bicara saja seperti layaknya manusia normal yang tak memiliki pandangan batin yang tajam, yang tak diberi kemampuan menguliti kesejatian manusia lainnya, sehingga pandangan normalnya menuntun ia berbicara hati-hati, dan tak menghakimi, dan berprasangka buruk terhadap sesuatu hal.
Dengan demikian, Allah perjalankan prosesnya, menuntunnya, dalam menjadikannya dewasa di proses perolehan keimanannya, ketaqwaannya, dan kesolehan sosialnya.
Ada sandaran dari argument, jawaban untuk jadi pembenaran ketika Mukasyafah disalahgunakan dengan mengambil cerita Nabi Khidir saat bersama Nabi Musa, dalam sebuah kisah yang ada dalam Qu'ran, yang menceritakan kelebihan Khidir, di semua situasi perjalanan di kisah tersebut, itu menjadi hujjah bagi pembenaran apa yang di argumentkan !
Hal ini akhirnya harus di telaah dan dimaknai secara logika pula, tidak di sandarkan sepenuhnya pada peristiwa kearifan, jika hal ini hanya dijadikan argumen untuk suatu pembenaran, dari di salahgunakannya kemampuan Mukasyafah itu. Bukankah antara keimanan dan kemusyrikan itu setipis kulit bawang ?
Kembali lihat, ke angunan Bapaknya para sufi, yakni Hasan Al Basri, yang berbicara,“Berhati-hatilah terhadap dunia ini dengan segala kewaspadaan; karena ia seperti seekor ular, halus saat disentuh, tetapi racunnya mematikan.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!