REFLEKSI | Penglihatan Batin, Penglihatan Normal dan Logika
Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.
WERUH sedurunge winarah, merupakan bentuk dibukakannya tabir hijab keghaiban, yang disebut dalam pemahaman para sufi dengan nama mukasyafah, atau kemampuan melihat secara batin dimana manusia yang di anugrahi hal tersebut, Allah bukakan tirai segala rahasia-rahasia alam yang tersembunyi.
Mukasyafah dapat dibagi menjadi dua yaitu: mukasyafahrububuiyah yaitu: terbukanaya tirai-tirai ke-Tuhanan. Dan mukasyafahghaibiyah yaitu terbukanya tirai-tirai rahasia selain Allah, yaitu segala sesuatu yang tidak bisa dijamah dan dijangkau oleh indra dzohir manusia.
Penglihatan manusia untuk sampai pada tahapan ini, tentunya atas seizinNya, Allah menganugerahkan kebaikan baginya, untuk tugasnya, dalam peran, memberi manfaat dan kemaslahatan bagi orang lain, dari adanya kemampuan yang ia dapatkan itu.
Pada beberapa kasus manusia yang memiliki kemampuan ini, ia menyembunyikan hal khusus tadi, dengan tidak memperlihatkan kemampuan tersebut, dikarenakan Allah menjaganya dari perbuatan yang akan menyakitkan orang lain, dengan ilmu yang ia miliki.
Ini hampir sama dengan membuatnya jauh dari riya, ujub, sombong, yang bisa sewaktu-waktu tanpa sadar, Iblis bisa menunggangi itu untuk kepentingannya sendiri, memenangkan perang abadinya dengan manusia yang hendak ia gelincirkan.
Maka mereka yang memiliki pandangan dan penglihatan batin yang baik, ia akan menjaga Ahlaqnya, dan menjaga ; 1. Ia akan menjaga lisannya, dan tulisannya. 2. Ia akan menjaga perilakunya. 3. Ia akan menjaga perasaan pihak lainnya. 4. Ia akan sangat faham permainan Allah 5. Ia akan sangat tahu batasannya. 6. Tidak sombong, tidak angkuh, dan tidak sok suci. 7. Ia menjaga dirinya dari kesesatan syaitan yang sudah siap ikut mempengaruhinya, jika ia lengah.
Dan seperti halnya contoh yang didapat dari Nabi kita, ia akan selalu berkata penuh hikmah, penuh kesantunan, kehati-hatian, dan spirit yang di munculkannya adalah, spirit membangun, mensupport, dan mendoakan kebaikan, dibanding berkata menyakitkan, mengancam, menakut-nakuti, yang mana bentuk luapan kata-kata yang keluar itu, sudah pasti, itu dalam koridor emosionalnya, yang mempengaruhi psikologis seseorang, yang bisa merusak mental, membuat down, yang sangat kontra produktif dengan spirit, " rahmatan lil alamin," yang dititipkan Allah, sebagai pesan kepada umat Nabi, untuk menjadi manusia yang memberi rahmatan lil alamin kepada semua mahluk, khususnya ini ditujukan pada muslim yang baik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!