Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026

Purbaya: Meredanya Konflik AS-Iran Tekan Beban Subsidi

Desi Rossilawati
Senin, 15 Juni 2026 | 22:30 WIB
Bagikan
Purbaya: Meredanya Konflik AS-Iran Tekan Beban Subsidi

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi memberikan dampak positif terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya dalam pengelolaan subsidi energi.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi potensi gejolak harga energi global dengan menyiapkan sebagian anggaran untuk subsidi. Namun, apabila ketegangan geopolitik tersebut benar-benar mereda dan harga energi menjadi lebih stabil, kebutuhan anggaran subsidi diperkirakan akan ikut menurun.

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi," kata Purbaya dalam keterangannya dikutip, Senin (15/6/2026).

Ia menambahkan bahwa penurunan beban subsidi energi tersebut dapat membuka ruang fiskal yang lebih luas bagi pemerintah untuk membiayai berbagai program prioritas.

"Sehingga akan jauh berkurang (beban subsidi) dan ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh presiden. Jadi kita lihat seperti apa perkembangannya, kemudian baru kita sesuaikan," ujarnya.

Pemerintah, kata Purbaya, masih akan mencermati perkembangan situasi global dan dampaknya terhadap perekonomian nasional sebelum melakukan penyesuaian lebih lanjut terhadap postur APBN.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyambut baik perkembangan yang mengarah pada kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pemerintah berharap proses deeskalasi konflik di kawasan dapat terus berlanjut demi terciptanya stabilitas global.

"Hal tersebut merupakan perkembangan positif menuju penyelesaian konflik secara damai serta terciptanya perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui media sosial X, Senin.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz serta pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat.

Di sisi lain, pemerintah Iran melalui Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi juga mengonfirmasi adanya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut disebut telah difinalisasi dan dijadwalkan untuk ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang, dengan cakupan penghentian operasi militer di berbagai wilayah, termasuk Lebanon.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.