Pengusaha Sukabumi Tagih BGN Soal Take Over Dapur MBG Rp 218 Miliar
Pengusaha asal Sukabumi, Munjayin didampingi kuasa hukumnya./visi.news/Andri.
Menurut Ahmad, dapur yang dibangun di lahan Kodim merupakan dapur pionir yang menjadi cikal bakal dapur MBG saat ini. Pembangunan dapur tersebut disebut telah dimulai pada tahun 2024, sebelum Presiden Prabowo dilantik. Ketika itu, BGN pun belum secara resmi terbentuk.
“Penyerahan uang ini Agustus 2025. Jadi, uang klien kami dipakai jadi dana talang untuk membayar vendor-vendor yang membangun di 2024,” ujarnya.
Vendor yang disebut Ahmad merupakan vendor yang biasa bekerja dengan Kemhan. Vendor itu diminta membangun, dapur hingga melengkapi peralatan dapur.
Ahmad juga menegaskan proses penyerahan dana dilakukan di lingkungan kantor BGN. Dana itu kata dia, diserahkan kliennya kepada BGN. Selanjutnya, dari pihak BGN kepada vendor.
“Uang, kami serahkan di BGN, BGN menyerahkan kembali ke vendor. Jadi yang menerima uang itu BGN, bukan vendor. Dari BGN baru diserahterimakan ke vendor,” ujarnya.
Lebih lanjut Ahmad menuturkan apabila dana yang sudah digelontorkan miliar rupiah itu tidak dikembalikan, maka kliennya, Munjayin anggap itu sebagai sumbangan. Akan tetapi, apabila seperti itu maka tanda terimanya harus langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Saya tanya kalau ini gak dibayar gimana pak? Pak haji Munjayin bilang ke saya, nggak dibayar pun gak apa-apa, saya ikhlas. Cuman saya minta satu aja, jadi tanda terima sumbangannya harus diterima oleh bapak Prabowo Subianto. Jadi jangan sampai dapur ini berdiri, yang dapat nama orang lain, yang nyumbang saya,” ujarnya.
Sementara itu, Jabbarudin Wuquf yang juga kuasa hukum Munjayin menjelaskan rincian pembayaran uang itu dibagi menjadi tunai kemudian berbentuk cek.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!