Pengembangan Profesional Dapat Membantu Guru Menjadi Lebih Inklusif
“Saya bisa mengidentifikasi apa yang dialami Arun* ,” katanya.
“Saya memberi tahu orang tuanya bahwa dia mungkin memerlukan bantuan semacam ini. Mereka membawanya untuk menjalani pemeriksaan, lalu mereka dapat menemukan orang yang dapat memberinya intervensi perbaikan kesehatan.”
Bindu dan Shivani menjelaskan bagaimana mereka menggunakan pendekatan inklusif untuk mengatasi hambatan yang mereka hadapi di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa mungkin tantangan-tantangan tersebut hanyalah permasalahan yang belum ditemukan solusinya.
Mereka juga mengatakan bahwa mereka merindukan ruang pengembangan profesional, yang mencakup pendidik lain yang memiliki kesulitan serupa, karena hal tersebut membantu mereka mengembangkan solusi bersama.
Ruang bersama
Para guru menyatakan perlunya ruang atau forum dengan tujuan jelas yang tersedia bagi mereka sepanjang tahun untuk mengembangkan diri.
Penelitian menemukan bahwa peserta kelompok pengembangan profesional berusaha untuk tetap berhubungan setelah program untuk terus menjadi sumber dukungan satu sama lain. Di tempat lain, komunitas ini dikenal sebagai komunitas pembelajar profesional.
Tujuannya adalah untuk memberikan ruang terbuka bagi guru untuk berkolaborasi, refleksi kolektif dan individu, tanggung jawab kolektif terhadap peserta didik, inklusi, dukungan bersama dan kepercayaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!