Pekerja Kompeten Jadi Kunci Industrialisasi Indonesia
Prinsip inklusivitas menjadi penting karena pembangunan industri tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk ikut menikmati hasil pembangunan.
Dengan akses terhadap pelatihan dan kesempatan kerja yang lebih terbuka, masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sekaligus memperbaiki taraf kehidupannya.
Kemnaker juga memandang pembangunan ketenagakerjaan harus mampu menjawab kebutuhan kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang dan kondisi berbeda. Kesempatan memperoleh kompetensi dan pekerjaan yang layak harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi yang memberikan manfaat secara luas.
Hubungan Industrial Harus Harmonis
Fokus keempat adalah memperkuat regulasi dan hubungan industrial agar pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas serta kesejahteraan pekerja.
Menurut Yassierli, hubungan industrial yang harmonis dan adaptif merupakan salah satu prasyarat penting bagi terciptanya dunia kerja yang produktif.
Kemajuan industri tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan produksi atau investasi. Kekuatan industri pada akhirnya harus tercermin melalui peningkatan produktivitas, daya saing, serta kesejahteraan para pekerja.
Karena itu, keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan pekerja menjadi bagian penting dalam pembangunan ketenagakerjaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!