PBB: Deportasi Anak Ukraina oleh Rusia Kejahatan Kemanusiaan

ED
Rabu, 11 Maret 2026 | 14:05 WIB
Bagikan
PBB: Deportasi Anak Ukraina oleh Rusia Kejahatan Kemanusiaan

Namun laporan PBB menyebut proses pemulangan anak-anak tersebut sangat sulit. Banyak dari mereka mengalami tekanan psikologis akibat terpisah dari keluarga dan berada dalam lingkungan yang memaksa mereka beradaptasi dengan identitas baru.

“Pemindahan paksa ini, serta terputusnya hubungan dengan tanah air mereka, telah menjadi sumber penderitaan mendalam bagi anak-anak,” demikian isi laporan komisi tersebut.

Beberapa anak yang berhasil kembali ke Ukraina dilaporkan mengalami trauma berat, kecemasan, serta ketakutan akan ditinggalkan. Dalam salah satu kasus yang dikutip laporan itu, seorang anak di panti asuhan Rusia bahkan diberi tahu bahwa negaranya sudah tidak ada lagi.

“Ukraina tidak ada lagi, semuanya sudah terbakar, dan orang tuamu mungkin sudah meninggal,” kata staf panti tersebut kepada anak itu.

Salah satu orang tua yang masih mencari anaknya juga menyampaikan ketakutan mendalam.

“Saya masih mencari putri saya, dan saya sangat takut memikirkan apa yang mungkin ia pikirkan tentang saya serta bagaimana ia bertahan hidup di Rusia, di mana banyak orang membenci warga Ukraina,” ujar seorang ibu yang dikutip dalam laporan PBB.

Kasus ini juga telah menarik perhatian International Criminal Court. Pada 2023, pengadilan tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Putin serta komisaris hak anak Rusia Maria Lvova-Belova atas dugaan deportasi ilegal anak-anak Ukraina.

Dalam sebuah wawancara sebelumnya, Lvova-Belova bahkan mengakui pernah “mengambil” seorang anak laki-laki berusia 15 tahun dari kota Mariupol yang diduduki Rusia dan mencoba “mendidiknya kembali”, meskipun anak tersebut sebenarnya tidak ingin dibawa ke Rusia.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.