PATS Samosir Siap Dongkrak Panen Petani
Salah satu manfaat paling nyata yang langsung dirasakan petani adalah hilangnya biaya operasional untuk pengairan sawah. Sebelumnya, petani bergantung pada pompa berbahan bakar Pertalite yang memerlukan biaya operasional setiap hari.
Kini, dengan memanfaatkan energi matahari, biaya pengoperasian pompa praktis menjadi nol rupiah sehingga beban produksi petani dapat ditekan secara signifikan.
Keberhasilan teknologi ini bukan tanpa dasar. Kabupaten Samosir telah mengoperasikan lima unit Pompa Air Tenaga Surya sejak 2019. Berdasarkan pengalaman tersebut, sistem terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun pada sekitar 250 hektare lahan pertanian.
Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan kehadiran PATS membawa harapan baru bagi petani di wilayahnya.
"Sebelumnya kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Kini kebutuhan air untuk pertanian mulai terpenuhi sehingga kami optimistis dapat menanam padi lima kali dalam dua tahun. Kami juga berkomitmen merawat PATS agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat," ujarnya.
Dengan tersedianya pasokan air irigasi yang lebih stabil, produktivitas pertanian di Desa Sibonor Ompuratus diproyeksikan meningkat secara signifikan.
Produksi padi yang sebelumnya sekitar 50 ton per tahun ditargetkan meningkat hingga tiga kali lipat menjadi sekitar 150 ton per tahun. Peningkatan tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain meningkatkan hasil pertanian, proyek ini juga memberikan manfaat bagi lingkungan. PATS diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sebesar sekitar 1.036 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) setiap tahun karena menggantikan penggunaan pompa berbahan bakar fosil dengan energi surya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!