PATS Samosir Siap Dongkrak Panen Petani

ED
PN
Minggu, 19 Juli 2026 | 07:42 WIB
Bagikan
PATS Samosir Siap Dongkrak Panen Petani

VISI.NEWS – Menjelang peresmian Pompa Air Tenaga Surya (PATS) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026, delegasi United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO) melakukan kunjungan lapangan ke Desa Sibonor Ompuratus, Kecamatan Nainggolan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, untuk meninjau progres pembangunan fasilitas irigasi berbasis energi terbarukan tersebut.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pemantauan pelaksanaan Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) Phase 2 yang dikembangkan melalui kemitraan antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Pemerintah Inggris. Program tersebut bertujuan mendorong pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

PATS di Desa Sibonor Ompuratus dibangun sebagai proyek percontohan penerapan teknologi rendah karbon di sektor pertanian. Kehadirannya diharapkan mampu mengatasi persoalan keterbatasan air irigasi yang selama bertahun-tahun menjadi kendala utama bagi petani di kawasan tersebut.

Sebanyak 749 petani yang mengelola sekitar 82 hektare sawah tadah hujan selama ini hanya mampu melakukan satu kali musim tanam setiap tahun karena terbatasnya akses air dari Danau Toba. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan pendapatan masyarakat.

Untuk menjawab persoalan tersebut, dibangun sistem Pompa Air Tenaga Surya di atas lahan seluas 570 meter persegi dengan kapasitas panel surya mencapai 69,3 kilowatt peak (kWp). Sistem tersebut telah menyelesaikan seluruh tahapan commissioning pada 13 Mei 2026 di bawah supervisi PT LAPI ITB dan dinyatakan siap beroperasi.

Hasil pengujian menunjukkan performa sistem bahkan melampaui target desain teknis. PATS mampu mengalirkan air irigasi hingga sekitar 1.900 meter kubik per hari, lebih tinggi dibandingkan kapasitas yang direncanakan sebelumnya.

Selama kunjungan, delegasi UK FCDO berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Samosir, kelompok tani, serta masyarakat setempat. Mereka juga menyaksikan secara langsung sistem pompa tenaga surya yang telah beroperasi mengalirkan air ke areal persawahan.

Salah satu manfaat paling nyata yang langsung dirasakan petani adalah hilangnya biaya operasional untuk pengairan sawah. Sebelumnya, petani bergantung pada pompa berbahan bakar Pertalite yang memerlukan biaya operasional setiap hari.

Kini, dengan memanfaatkan energi matahari, biaya pengoperasian pompa praktis menjadi nol rupiah sehingga beban produksi petani dapat ditekan secara signifikan.

Keberhasilan teknologi ini bukan tanpa dasar. Kabupaten Samosir telah mengoperasikan lima unit Pompa Air Tenaga Surya sejak 2019. Berdasarkan pengalaman tersebut, sistem terbukti mampu meningkatkan intensitas tanam dari satu kali menjadi dua kali dalam setahun pada sekitar 250 hektare lahan pertanian.

Perwakilan Kelompok Tani Sibonor Ompuratus, Sahat Martogi Sinaga, mengatakan kehadiran PATS membawa harapan baru bagi petani di wilayahnya.

"Sebelumnya kami selalu kesulitan mendapatkan air, terutama saat musim kemarau. Kini kebutuhan air untuk pertanian mulai terpenuhi sehingga kami optimistis dapat menanam padi lima kali dalam dua tahun. Kami juga berkomitmen merawat PATS agar manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat," ujarnya.

Dengan tersedianya pasokan air irigasi yang lebih stabil, produktivitas pertanian di Desa Sibonor Ompuratus diproyeksikan meningkat secara signifikan.

Produksi padi yang sebelumnya sekitar 50 ton per tahun ditargetkan meningkat hingga tiga kali lipat menjadi sekitar 150 ton per tahun. Peningkatan tersebut diharapkan berdampak langsung terhadap pendapatan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Selain meningkatkan hasil pertanian, proyek ini juga memberikan manfaat bagi lingkungan. PATS diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon sebesar sekitar 1.036 ton karbon dioksida ekuivalen (CO₂e) setiap tahun karena menggantikan penggunaan pompa berbahan bakar fosil dengan energi surya.

Keberhasilan pembangunan di Desa Sibonor Ompuratus akan menjadi model pengembangan proyek serupa di wilayah lain. Pada semester II 2026, program tersebut akan direplikasi di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

Secara keseluruhan, dua unit PATS tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Samosir hingga lebih dari Rp2 miliar setiap tahun.

Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, menilai keberadaan Pompa Air Tenaga Surya sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat Samosir menggantungkan hidup pada sektor pertanian.

"Pompa Air Tenaga Surya ini sangat dibutuhkan karena mayoritas masyarakat Samosir bergantung pada sektor pertanian. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air irigasi sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraannya," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto, menyebut implementasi Program LCDI Phase 2 telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Dukungan LCDI2 di Sumatera Utara telah berubah wujud, dari dokumen menjadi kebijakan, dan dari kebijakan menjadi infrastruktur yang hari ini mengairi sawah rakyat," ujarnya.

Selain meninjau lokasi proyek, delegasi UK FCDO juga menggelar audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir guna membahas dukungan terhadap keberlanjutan pengelolaan PATS setelah resmi beroperasi.

Pemerintah Kabupaten Samosir menargetkan pembangunan dua unit Pompa Air Tenaga Surya setiap tahun sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program tersebut diharapkan menjadi salah satu motor penggerak transformasi sektor pertanian berbasis energi bersih di kawasan Danau Toba.

Peresmian resmi PATS yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 nantinya akan menjadi momentum untuk menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Samosir, dan Pemerintah Inggris melalui UK FCDO dalam menghadirkan solusi pembangunan rendah karbon yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi emisi karbon, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.