Bapanas: Penyaluran 1,34 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Harga

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Juli 2026 | 13:00 WIB
Bagikan
Bapanas: Penyaluran 1,34 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Harga

Iustrasi beras dan minyak./visi.news/tangkap layar akun Instagram @perum.bulog.

VISI.NEWS - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penyaluran sebanyak 1,34 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) berhasil menjaga stabilitas harga beras dan menekan inflasi secara nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat sepanjang semester pertama 2026.

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan stabilitas harga beras nasional ditopang oleh penyaluran stok CBP yang berasal dari hasil serapan produksi beras dalam negeri.

"Inflasi dan harga beras secara nasional masih terjaga, salah satunya ditopang oleh penyaluran stok CBP yang bersumber dari hasil serapan produksi beras dalam negeri," kata Andi dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Bapanas menjelaskan, intervensi melalui penyaluran CBP dilakukan oleh Perum Bulog selama periode Januari hingga Juni 2026. Realisasi penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari dan Februari mencapai 221,05 ribu ton, sedangkan penyaluran SPHP selama Maret hingga Juni terealisasi sebanyak 406,5 ribu ton.

Selain itu, program bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah diselesaikan hingga akhir Juni dengan realisasi penyaluran kepada 33,14 juta keluarga penerima manfaat. Total beras yang disalurkan melalui program tersebut mencapai 662,86 ribu ton.

Sementara itu, sisa penyaluran CBP dialokasikan untuk program golongan anggaran aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tertentu sebanyak 40,72 ribu ton dan penanganan bencana alam sebesar 11,37 ribu ton.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,1 juta ton, yang disebut sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ia turut mengutip proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengenai peningkatan produksi beras nasional pada 2026.

"Stok kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah, selama kita merdeka. Ini stoknya hari ini 5,1 juta ton. (Kemudian) FAO (Food and Agriculture Organization) baru mengeluarkan pengumuman, justru produksi kita melompat, estimasi di 2026 itu 38 juta ton," ucap Amran.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.