Bapanas: Penyaluran 1,34 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Harga
Iustrasi beras dan minyak./visi.news/tangkap layar akun Instagram @perum.bulog.
Menurut perhitungannya, apabila produksi beras nasional tetap berada di kisaran 34 juta ton seperti pada 2025, maka akan terjadi surplus produksi sekitar 4 juta ton dibandingkan 2024. Namun, apabila produksi mampu mencapai 38 juta ton sesuai proyeksi FAO, maka surplus produksi diperkirakan meningkat lebih tinggi.
"Kalau ini terjadi (prediksi FAO), artinya 8 juta ton surplus tambah 4 juta, itu (bisa sampai) 13 juta ton, sehingga kita bangun gudang cepat. Ada 100 gudang. Anggarannya Rp 5 triliun dan gudang yang bisa menyimpan 2 sampai 3 tahun beras," kata Amran.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2026 sebesar 3,98 persen, turun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi beras tercatat sebesar 0,45 persen atau masih berada di bawah level 1 persen.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tingkat inflasi tersebut menunjukkan pergerakan harga beras di tingkat eceran masih relatif terkendali.
"Di tingkat eceran terjadi inflasi (beras) secara month to month sebesar 0,45 persen dan secara year on year terjadi inflasi di tingkat eceran sebesar 3,98 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).
BPS juga mencatat inflasi beras tahunan pada Juni 2026 masih jauh lebih rendah dibandingkan Juni 2024 yang mencapai 11,88 persen, serta hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 yang berada pada level 3,38 persen.
Secara bulanan, inflasi beras pada Juni 2026 juga lebih rendah dibandingkan bawang merah yang mengalami inflasi 6,52 persen dan bawang putih sebesar 6,88 persen. Andil beras terhadap inflasi bulanan tercatat hanya 0,02 persen.
Data BPS menunjukkan inflasi beras bulanan sejak Desember 2025 hingga Juni 2026 tetap berada di bawah level 1 persen, masing-masing sebesar 0,18 persen pada Desember 2025, kemudian 0,16 persen pada Januari 2026, 0,43 persen pada Februari, 0,65 persen pada Maret, 0,58 persen pada April, 0,38 persen pada Mei, dan 0,45 persen pada Juni 2026. Data tersebut mencerminkan tren harga beras di tingkat konsumen yang relatif stabil selama periode tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!