Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Bapanas: Penyaluran 1,34 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Harga

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Juli 2026 | 13:00 WIB
Bagikan
Bapanas: Penyaluran 1,34 Juta Ton Beras Jaga Stabilitas Harga

Iustrasi beras dan minyak./visi.news/tangkap layar akun Instagram @perum.bulog.

VISI.NEWS - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penyaluran sebanyak 1,34 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) berhasil menjaga stabilitas harga beras dan menekan inflasi secara nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat sepanjang semester pertama 2026.

Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan stabilitas harga beras nasional ditopang oleh penyaluran stok CBP yang berasal dari hasil serapan produksi beras dalam negeri.

"Inflasi dan harga beras secara nasional masih terjaga, salah satunya ditopang oleh penyaluran stok CBP yang bersumber dari hasil serapan produksi beras dalam negeri," kata Andi dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Bapanas menjelaskan, intervensi melalui penyaluran CBP dilakukan oleh Perum Bulog selama periode Januari hingga Juni 2026. Realisasi penjualan beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) pada Januari dan Februari mencapai 221,05 ribu ton, sedangkan penyaluran SPHP selama Maret hingga Juni terealisasi sebanyak 406,5 ribu ton.

Selain itu, program bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah diselesaikan hingga akhir Juni dengan realisasi penyaluran kepada 33,14 juta keluarga penerima manfaat. Total beras yang disalurkan melalui program tersebut mencapai 662,86 ribu ton.

Sementara itu, sisa penyaluran CBP dialokasikan untuk program golongan anggaran aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tertentu sebanyak 40,72 ribu ton dan penanganan bencana alam sebesar 11,37 ribu ton.

Dalam kesempatan tersebut, Amran juga menyampaikan bahwa stok beras pemerintah saat ini mencapai 5,1 juta ton, yang disebut sebagai jumlah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Ia turut mengutip proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengenai peningkatan produksi beras nasional pada 2026.

"Stok kita hari ini tertinggi sepanjang sejarah, selama kita merdeka. Ini stoknya hari ini 5,1 juta ton. (Kemudian) FAO (Food and Agriculture Organization) baru mengeluarkan pengumuman, justru produksi kita melompat, estimasi di 2026 itu 38 juta ton," ucap Amran.

Menurut perhitungannya, apabila produksi beras nasional tetap berada di kisaran 34 juta ton seperti pada 2025, maka akan terjadi surplus produksi sekitar 4 juta ton dibandingkan 2024. Namun, apabila produksi mampu mencapai 38 juta ton sesuai proyeksi FAO, maka surplus produksi diperkirakan meningkat lebih tinggi.

"Kalau ini terjadi (prediksi FAO), artinya 8 juta ton surplus tambah 4 juta, itu (bisa sampai) 13 juta ton, sehingga kita bangun gudang cepat. Ada 100 gudang. Anggarannya Rp 5 triliun dan gudang yang bisa menyimpan 2 sampai 3 tahun beras," kata Amran.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras secara tahunan (year on year/yoy) pada Juni 2026 sebesar 3,98 persen, turun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen. Secara bulanan (month to month/mtm), inflasi beras tercatat sebesar 0,45 persen atau masih berada di bawah level 1 persen.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tingkat inflasi tersebut menunjukkan pergerakan harga beras di tingkat eceran masih relatif terkendali.

"Di tingkat eceran terjadi inflasi (beras) secara month to month sebesar 0,45 persen dan secara year on year terjadi inflasi di tingkat eceran sebesar 3,98 persen," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/7).

BPS juga mencatat inflasi beras tahunan pada Juni 2026 masih jauh lebih rendah dibandingkan Juni 2024 yang mencapai 11,88 persen, serta hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 yang berada pada level 3,38 persen.

Secara bulanan, inflasi beras pada Juni 2026 juga lebih rendah dibandingkan bawang merah yang mengalami inflasi 6,52 persen dan bawang putih sebesar 6,88 persen. Andil beras terhadap inflasi bulanan tercatat hanya 0,02 persen.

Data BPS menunjukkan inflasi beras bulanan sejak Desember 2025 hingga Juni 2026 tetap berada di bawah level 1 persen, masing-masing sebesar 0,18 persen pada Desember 2025, kemudian 0,16 persen pada Januari 2026, 0,43 persen pada Februari, 0,65 persen pada Maret, 0,58 persen pada April, 0,38 persen pada Mei, dan 0,45 persen pada Juni 2026. Data tersebut mencerminkan tren harga beras di tingkat konsumen yang relatif stabil selama periode tersebut.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.