NPL Musibah atau NPL Penderitaan
NPL yang tinggi akan memperbesar biaya, sehingga berpotensi kerugian bank. Semakin tinggi rasio ini maka akan semakin buruk kualitas kredit bank yang menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar.
Perusahaan harus menanggung kerugian dalan kegiatan operasinalnya sehingga berpengaruh terhadap kualitas kesehatan bank, baik dari sisi rentabilitas ataupun permodalan.
Oleh sebab itu, proses mengukur, memantau, mengendalikan NPL tidak boleh dilakukan setengah hati. Proses monitoring harian, mingguan, bulanan terhadap nasabah harus dijalankan secara optimal.
Debitur tidak membayar utangnya, bukan karena tidak ada uang, melainkan juga dikarenakan pihak bank tidak melakukan upaya penagihan secara optimal.
Oleh karena itu, melakukan analisis kredit yang comprehensif dan membangun team collection yang berkualitas sangatlah diperlukan sebagai upaya menekan kerugian akibat tingginya NPL.
Semoga tulisan singkat ini menjadi penggerak semangat para pekerja di lingkungan jasa keuangan, yang pasti dan seharusnya untuk memperhatikan hal ini.
Semoga bermanfaat. ***
- Penulis, Mantan Praktisi Pembiayaan dan Komisaris BPR Kerta Raharja.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!