AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 AI Ubah Cara Cari Produk, Rekomendasi Manusia Tetap Dorong Pembelian 27 Jul 2026 Pemprov Jatim Perkuat Langkah JFC Menuju Panggung Pariwisata Dunia 27 Jul 2026 Kemenpar Tegaskan JFC Jadi Etalase Pariwisata Indonesia di Mata Dunia 27 Jul 2026 VISI | Sibuk 27 Jul 2026 Dari YouTube ke Timnas Malaysia, Mimpi Wan Kuzain Akhirnya Jadi Nyata 27 Jul 2026 Indonesia Bidik Awal Sempurna, Hadapi Kamboja di Laga Perdana ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026

Nila Yani: UMKM Harus Didorong Mandiri dan Berkelanjutan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Desi Rossilawati
PN
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:44 WIB
Bagikan
Nila Yani: UMKM Harus Didorong Mandiri dan Berkelanjutan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nila Yani Hardiyanti./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti, menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (11/6/2026), Nila Yani mengatakan UMKM merupakan salah satu penopang utama perekonomian Indonesia sehingga perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, khususnya dalam aspek keberlanjutan usaha.

“UMKM ini salah satu nyawanya ekonomi Indonesia. Tentu tidak mudah menghadapi kondisi hari ini, di mana kita dihadapkan dengan kondisi global yang terus berdinamika dan nilai tukar dolar yang tidak menentu,” ujarnya.

Menurut Nila, salah satu rekomendasi yang terus didorong Komisi VII DPR RI kepada Kementerian UMKM adalah memperkuat rantai pasok UMKM agar pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan dan pendampingan, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih luas.

Ia menjelaskan, keberpihakan anggaran dari Kementerian UMKM perlu diarahkan untuk mendukung terciptanya rantai pasok yang menghubungkan UMKM dengan sektor industri, pemerintah, maupun berbagai pihak lainnya.

“Teman-teman UMKM tidak hanya ingin dipersiapkan dengan pelatihan dan pembinaan, tetapi juga menunggu bagaimana pemerintah dapat memberikan perhatian dan memfasilitasi mereka agar terhubung ke dalam rantai pasok industri dan pemerintah,” katanya.

Nila menilai langkah tersebut penting untuk menciptakan UMKM yang mandiri, berkelanjutan, serta mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Lebih lanjut, Nila menekankan bahwa pembangunan ekosistem UMKM tidak cukup hanya pada tahap penciptaan program dan pendampingan. Pemerintah juga harus memastikan keberlanjutan usaha para pelaku UMKM, terutama di tingkat akar rumput yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

“Bukan hanya bagaimana menciptakan ekosistem saja, tetapi bagaimana keberlanjutan UMKM ini bisa benar-benar mandiri dan berjalan secara berkelanjutan agar ekonomi kita tidak terus merosot,” ujarnya.

Ia menambahkan, aspirasi terkait UMKM menjadi salah satu isu yang paling banyak disampaikan masyarakat di daerah pemilihan (dapil) karena sektor ini menyentuh langsung lapisan masyarakat bawah.

Nila mengapresiasi komitmen Kementerian UMKM yang dinilai terus berupaya meningkatkan dan memperbaiki ekosistem UMKM di Indonesia. Selain itu, kerja sama dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) juga dianggap memiliki peran penting dalam mendukung daya saing UMKM.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat akan terus dikaitkan dengan program-program yang dijalankan Kementerian UMKM maupun BSN agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.

Dalam kesempatan tersebut, Nila juga menyoroti pentingnya pemenuhan legalitas usaha bagi UMKM di daerah. Legalitas dinilai menjadi langkah awal yang harus dipenuhi agar pelaku usaha dapat berkembang dan memperoleh berbagai fasilitas pendukung.

“Yang pertama adalah legalitas usaha. Kemudian yang kedua bagaimana mereka bisa mendapatkan akses pembiayaan yang terbuka,” katanya.

Setelah legalitas dan akses pembiayaan terpenuhi, lanjut Nila, pemerintah melalui Kementerian UMKM perlu terus memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas agar UMKM di daerah mampu tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dengan adanya legalitas usaha, akses pembiayaan yang terbuka, serta pelatihan yang berkelanjutan, UMKM di daerah diharapkan dapat berkembang, mandiri, dan semakin kuat menghadapi tantangan ekonomi,” tutupnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.