Nengah Senantara Dukung Pansus TRAP: Investor Takut Aturan Tak Perlu ke Bali
Anggota DPR RI Fraksi Nasdem Dapil Bali, Nengah Senantara./visi.news/ist.
"Kita menginginkan investor yang masuk ke Bali itu investor yang memahami tentang Bali, yang bisa membangun Bali ke depan, yang bisa menjaga Bali. Bukan investor yang hanya menginginkan kepentingan ekonomi yang ada di Bali," tegasnya.
Nengah bahkan menyatakan investor yang merasa takut dengan keberadaan Pansus TRAP patut dipertanyakan motifnya.
"Kalau takut, tidak usah datang ke Bali. Takutnya karena apa? Karena mereka melakukan pelanggaran. Kalau tidak melanggar, ngapain takut?" katanya.
Dalam kesempatan itu, Nengah juga menyoroti polemik yang berkembang terkait proyek BTID (Bali Turtle Island Developement) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat dan anggota DPRD Bali.
Ia menyebut terdapat sejumlah dugaan pelanggaran yang ditemukan, mulai dari pembatasan akses masyarakat menuju kawasan suci, dugaan pembabatan hutan bakau, hingga persoalan tukar guling lahan yang disebut tidak sesuai dengan data di lapangan.
Menurut Nengah, berbagai temuan tersebut menjadi alasan kuat mengapa Pansus TRAP perlu melanjutkan investigasi dan pengawasan secara menyeluruh.
"BTID sekarang banyak ditemukan pelanggaran. Pelanggaran tentang tempat suci yang dibatasi warganya untuk masuk, itu sudah salah sekali. Yang kedua, pembabatan hutan bakau, itu juga pelanggaran," ujarnya.
"Nah yang ketiga adanya ketidakjelasan tentang tukar guling tanah negara dengan pengganti di Karangasem dan Jembrana, bahkan kepala BPN menyatakan tidak ada tanah pengganti untuk kedua tempat tersebut," sambungnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!