Muktamar NU ke-35 dan Mimpi Jadi Pusat Peradaban Islam

ED
PN
Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:47 WIB
Bagikan
Muktamar NU ke-35 dan Mimpi Jadi Pusat Peradaban Islam

Ketiga hal tersebut juga memiliki hubungan erat dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat peradaban Islam dunia.

Sebab, pusat peradaban tidak lahir hanya karena jumlah umat yang besar. Sebuah pusat peradaban membutuhkan kemampuan menghadirkan nilai, ilmu pengetahuan, gagasan, inovasi, dan kemaslahatan yang manfaatnya dapat dirasakan melampaui batas kelompok maupun negara.

Pertanyaan penting yang perlu dijawab melalui Muktamar ke-35 adalah mengenai arah NU pada masa mendatang.

Jika Indonesia memiliki peluang menjadi epicentrum peradaban Islam dunia, NU dinilai harus mampu mengambil peran sebagai salah satu lokomotifnya.

Peran tersebut tidak cukup diwujudkan dengan memperbesar struktur organisasi. NU perlu memperbesar gagasan, memperluas manfaat, serta meningkatkan kontribusinya dalam menjawab persoalan masyarakat.

Muktamar karena itu diharapkan menjadi arena pertarungan gagasan tentang masa depan, bukan sekadar kompetisi memperebutkan posisi kepemimpinan.

NU perlu melahirkan lebih banyak pemikiran mengenai hubungan Islam dengan masa depan, teknologi dan etika, lingkungan dan ekoteologi, ekonomi umat berbasis keadilan, pendidikan humanis, perdamaian dunia, kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang beretika, hingga isu kemanusiaan.

Gagasan tersebut menjadi penting karena dunia sedang mengalami perubahan yang sangat cepat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.