Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto hingga Harga Bitcoin Kembali Meroket
HIGHLIGHTS
- Pelaku Industri Dukung Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto di Indonesia.
- Harga Bitcoin Kembali Bergairah, Potensi Tren Bullish Kembali.
VISI.NEWS | BANDUNG - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai regulator utama terus melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas dan melindungi investor. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku industri yang siap berkolaborasi dan berkontribusi aktif. Apa saja langkah konkretnya?
Kabar dari pasar kripto, saat ini pergerakan harga Bitcoin tengah mengalami peningkatan drastis pasca pengumuman laporan data inflasi Amerika Serikat. Bitcoin naik lebih dari 7% dalam tujuh hari terakhir dan kembali ke level harga di atas US$66.000 atau sekitar Rp1,05 miliar. Bagaimana potensi ke depannya?
Berkaitan dengan kabar tersebut, Tokocrypto menyajikan rangkuman berita di industri aset kripto dan ekosistemnya.
1. Pelaku Industri Dukung Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto di Indonesia
Perkembangan pesat industri aset kripto di Indonesia memicu dinamika yang perlu dihadapi dengan langkah strategis. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai regulator utama terus melakukan mitigasi untuk menjaga stabilitas dan melindungi investor. Upaya ini mendapat dukungan penuh dari para pelaku industri yang siap berkolaborasi dan berkontribusi aktif.
Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain & Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo-ABI), Yudhono Rawis, menyatakan komitmen sebagai pelaku industri dalam mendukung perkembangan ekosistem aset kripto di Indonesia. Menurutnya, pelaku industri aset kripto di Indonesia melihat inisiatif Bappebti sebagai langkah positif dalam memperkuat ekosistem yang sedang berkembang ini.
"Langkah-langkah yang diambil oleh Bappebti, seperti penguatan regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan optimalisasi ekosistem aset kripto, dianggap sebagai fondasi penting untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan sehat bagi industri," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!