Mitigasi Dinamika Perdagangan Aset Kripto hingga Harga Bitcoin Kembali Meroket
Terlebih saat ini, ada beberapa CPFAK yang sudah mendapatkan surat keanggotaan bursa kripto dan kliring, tengah melakukan audit untuk mendapatkan lisensi menjadi Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) dari Bappebti.
Dukungan dan langkah konkret dari para pelaku industri kripto menjadi elemen penting dalam menyukseskan langkah-langkah mitigasi Bappebti. Dengan kolaborasi yang erat antara regulator dan industri, diharapkan industri aset kripto di Indonesia dapat berkembang dengan pesat dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
"Industri kripto terus berinovasi dengan menghadirkan produk dan layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan investor. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap aset kripto dan mendorong pertumbuhan industri," pungkas Yudho.
2. Harga Bitcoin Kembali Bergairah, Potensi Tren Bullish Kembali
Harga Bitcoin (BTC) kembali melonjak hingga US$66.000 atau sekitar Rp1,05 miliar, naik lebih dari 7% pada Kamis (16/5) pagi pukul 09:00 WIB. Kenaikan ini membuat para investor dan trader kembali bergairah untuk masuk lebih dalam ke pasar kripto.
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan kenaikan harga Bitcoin ini didorong oleh laporan data inflasi inti Amerika Serikat yang lebih rendah dan meningkatnya investasi.institusional pada ETF Bitcoin.
"Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang dirilis baru-baru ini menunjukkan penurunan inflasi inti ke level terendah dalam 3 tahun sebesar 3,4%. Penurunan ini telah memicu peningkatan aktivitas di pasar Bitcoin, dengan minat yang signifikan dari bank-bank besar global. Korelasi antara inflasi yang lebih rendah dan peningkatan investasi pada aset digital menunjukkan bahwa investor mungkin melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan ekonomi," kata Fyqieh.
Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan angka inflasi yang baik juga menandakan potensi penurunan suku bunga AS di masa depan. Meskipun The Fed telah mengadopsi pendekatan “wait and see” yang hati-hati, data terbaru mungkin mempercepat jangka waktunya. Namun, masih terdapat kekhawatiran mengenai kecepatan penurunan inflasi, yang dapat membatasi ruang lingkup penurunan suku bunga pada tahun ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!