Menikmati Karya 27 Perupa dalam Pameran "Aesthetic Defense Mechanism" di Galeri Nyoman Nuarta
Para seniman mengerjakan karya-karyanya melibatkan totalitas tubuh: mencerap persoalan, menyaring dengan melibatkan permenungan: menyeimbangkan antara emosi dan nalar. Menggunakan keterampilan atas kendali tangan untuk menggoreskan kuas, pensil, arang, menuangkan tinta, mencetak, mengetok dan mengelas logam, meremas tanah liat dan seterusnya.
Di sanalah “sensasi” dan nilai yang seutuhnya muncul dan menular.
Berbeda dengan gejala jaman sekarang dengan kemajuan teknologi buatan, yang sedang digandrungi para pengguna smartphone dan sosial-media seperti Artificial Intelligence (AI) yang semakin pandai memanipulasi realitas , menyulap wajah kita menjadi tokoh-tokoh dunia fiksi atau lukisan-lukisan tersohor, menjadi sensasi yang dangkal dan penuh kesementaraan dan mudah dilupakan.
Yaa, lagi-lagi kita coba di ajak sedikit melakukan refleksi pikir, atas apa yang digambarkan oleh dua kurator pada karya 27 seniman hebat yang tengah berpameran ini.
Di pameran yang akan berlangsung sampai tanggal 23 Juni 2023, di Galeri NuArt Sculpture Park, Jalan Setra Duta Raya Blok L6, Kab. Bandung, Jawa Barat, para seniman tersebut mengajak semua penikmat seni untuk mengapresiasi karya mereka.
Sekali lagi, biarlah mereka 27 seniman ini yang berproses, dengan mengindahkan dan memunculkan nilai-nilai kedalaman jiwa yang mereka pantulkan dalam karyanya, hingga mampu mengeliatkan dan menghadirkan kita sebagai penikmat, sebagai relasi-relasi dari para seniman ini, ataupun kolektor yang memiliki intuisi yang dalam pada membangun ekspektasi karya para seniman tersebut, hingga mampu menghidupkan semangat mereka untuk terus berkonsistensi pada kesadaran terus berkarya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!