Mengapa Kita Tidak Harus Kehilangan Pikiran Saat Tidur ?
Dalam skenario terburuk, itu dapat menyebabkan gangguan mental untuk berkembang atau memburuk. Individu dengan diagnosis kecemasan, depresi, skizofrenia, gangguan bipolar, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan gangguan defisiensi perhatian / hiperaktivitas (ADHD) kadang-kadang melaporkan kesulitan dengan tidur mereka.
Tubuh kita melakukan prestasi yang menakjubkan, salah satunya adalah fungsi ritme yang teratur. Detak jantung dan siklus menstruasi kita, serta siklus tidur dan bangun kita, adalah sistem ritme. Ritme sirkadian – jam internal tubuh kita, terkait erat dengan tidur karena mengatur siklus tidur dan bangun tubuh.
Menurut penelitian terbaru, masalah kesehatan mental dan ritme sirkadian saling terkait. Gangguan pada ritme sirkadian dapat mengganggu respons yang diatur oleh jam seperti sekresi melatonin, yang bertanggung jawab untuk siklus tidur dan bangun, dan sekresi kortisol, bertanggung jawab atas mengatur respons stres tubuh, dan gangguan ini dapat menyebabkan masalah kesehatan mental.
Dengan kata lain, gangguan tidur akan mengganggu ritme sirkadian tubuh dan menyebabkan efek buruk pada kesehatan mental. Orang dengan gangguan mood seperti gangguan bipolar, dan depresi memiliki jam tubuh yang lebih sensitif, membuat mereka lebih rentan terhadap terulang ketika ritme sirkadian dan tidur mereka terganggu.
Siklus 24 jam yang dikenal sebagai ritme sirkadian mengatur banyak fungsi tubuh selain tidur seperti pelepasan hormon dan nafsu makan. Cahaya dan gelap adalah tanda-tanda lingkungan yang paling penting yang mengendalikan ritme. Ritme sirkadian kita sejalan dengan siklus siang dan malam. Ritme sirkadian yang seimbang dapat mendorong tidur restoratif. Stabilisasi ritme sirkadian sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan fisik dan emosional mereka yang memiliki kesulitan tidur.
Kehidupan setiap orang tergantung pada regulasi ritme sirkadian mereka, yang dipengaruhi oleh berbagai peristiwa universal yang terkait dengan faktor lingkungan (cahaya, durasi hari dan malam, dan musim) dan pilihan gaya hidup. (alcohol and caffeine intake, shift work, taking long naps during daytime, and unstable sleep schedule).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!