Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026

Mengapa Investor Asing Ramai-Ramai Lakukan Sell Indonesia?

Desi Rossilawati
Selasa, 9 Juni 2026 | 13:37 WIB
Bagikan
Mengapa Investor Asing Ramai-Ramai Lakukan Sell Indonesia?

Ilustrasi./visi.news/ekonomi bisnis.

VISI.NEWS | BANDUNG - Fenomena 'Sell Indonesia' tengah menjadi sorotan pasar global, ditandai derasnya arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, dan koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Pergerakan ini mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan di dalam negeri, di mana faktor domestik dinilai lebih dominan dibandingkan gejolak global dalam memengaruhi keputusan investor untuk melepas aset-aset Indonesia.

Investment Specialist KISI Sekuritas, Ahmad Faris Mu’tashim, mengatakan bahwa arus keluar dana asing kerap menjadi mekanisme pasar untuk menilai kinerja pemerintah

“Kami melihat faktor internal, sebagai mekanisme untuk mengoreksi kinerja pemerintah yang kebijakannya keliru,” ujar Faris dalam keterangannya dikutip, Senin (8/6/2026).

Faris menjelaskan, banyak program pemerintah sebenarnya memiliki tujuan yang baik. Namun, pola komunikasi yang kurang efektif membuat investor kesulitan memahami arah dan tujuan kebijakan tersebut, sehingga menimbulkan ketidakpastian.

“Terutama dalam hal mengkomunikasikan program yang sebenarnya bagus. Namun, karena pola komunikasi yang buruk hal tersebut membuat pelaku pasar menjadi was-was,” jelasnya.

Meningkatnya ketidakpastian juga terkait dengan waktu penerapan beberapa kebijakan yang dianggap kurang tepat. Contohnya, pengetatan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan diterapkan saat rupiah sedang melemah. Padahal, kondisi tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor dan memperoleh keuntungan tambahan dari pasar global. Kapasitas produksi justru dibatasi sehingga peluang itu tidak optimal.

“Rilisnya beberapa kebijakan yang muncul di saat yang tidak tepat seperti pengetatan RKAB di tengah pelemahan rupiah,” kata Faris.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.