Menelusuri Jejak Sang Pendiri: KH. M. Thohir, Ulama Pelamunan yang Menyalakan Cahaya dari Banten
KH. M. Thohir wafat pada 25 Ramadhan 1961, meninggalkan warisan ilmu dan keteladanan yang terus hidup hingga kini. Namanya tetap harum di hati masyarakat Banten, bukan karena gelar atau jabatan, melainkan karena ketulusan dan keberkahannya.
Penamaan At-Thohiriyah pada pesantren ini bukan sekadar simbol, tetapi penegasan bahwa ruh perjuangan Abuya Thohir masih berdenyut di sana. Setiap lantunan ayat, setiap pengajian kitab kuning, seolah menjadi gema dari perjuangan sang pendiri — seorang ulama yang menyalakan lentera ilmu dari Pelamunan untuk menerangi Nusantara.
Dan jika hari ini kita menelusuri lorong-lorong pesantren At-Thohiriyah, mungkin kita masih bisa merasakan kehadiran beliau dalam setiap nafas perjuangan itu — tenang, tulus, dan selalu mengajarkan, bahwa ilmu sejati adalah yang disertai adab dan pengabdian.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!