Mendikdasmen Dorong Pendidikan Inklusif dan berkeadilan melalui Visi 'Pendidikan Bermutu untuk Semua
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mendorong kualitas pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Melalui visi 'Pendidikan Bermutu untuk Semua', ia berupaya menjalankan agenda pembangunan sumber daya manusia unggul yang menjadi prioritas nasional.
Dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas, Abdul Mu'ti menginisiasi pendekatan organisasi yang berprinsip RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis).
"Prinsip ini diterapkan untuk memastikan kementerian tanggap terhadap dinamika dan kebutuhan masyarakat, transparan dalam pengelolaan, melayani dengan sepenuh hati, adaptif terhadap tantangan masa depan, serta membangun hubungan kerja yang harmonis," kata Abdul Mu'ti, dikutip dari keterangan resminya di Kemendikdasmen, Selasa (28/1/2025).
"Inisiatif-inisiatif strategis yang dilakukan ini mencerminkan komitmen Kemendikdasmen untuk membangun pendidikan yang lebih baik, adil, dan merata. Kebijakan yang diterapkan tidak hanya menjawab tantangan hari ini, tetapi juga dirancang untuk mempersiapkan generasi masa depan Indonesia yang unggul," sambungnya.
Mendikdasmen melakukan peluncuran Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai inisiatif utama. Program ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini, mulai dari bangun pagi hingga tidur cepat.
Demi keberhasilannya, Mendikdasmen membutuhkan peran aktif dari berbagai lapisan masyarakat baik orang tua, guru, hingga tokoh agama dan budaya.
Upaya lain juga dilakukan dengan meningkatkan kualitas para guru di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan pelatihan bimbingan konseling untuk guru kelas di jenjang sekolah dasar.
"Hingga akhir 2024, pelatihan telah menyasar sebanyak 1.021 guru. Pada 2025 pelatihan dilanjutkan dan menargetkan lebih dari 22 ribu guru. Pelatihan ini dirancang untuk mendukung pengembangan bakat dan minat siswa, pencegahan kekerasan, serta penguatan pendidikan nilai di sekolah," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!