Mendikdasmen Dorong Pendidikan Inklusif dan berkeadilan melalui Visi 'Pendidikan Bermutu untuk Semua
Selain itu, Abdul Mu'ti telah mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp 33,4 triliun untuk mendukung tunjangan profesi bagi guru ASN dan non-ASN. Anggaran tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Kemudian, dilakukan percepatan sertifikasi pendidik melalui kelulusan PPG pada November hingga Desember 2024 yang berhasil mencakup 605.650 guru dan calon guru.
Kemendikdasmen juga telah mengeluarkan Peraturan Mendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 untuk memastikan distribusi guru berkualitas hingga ke pelosok negeri. Sehingga, akses pendidikan bermutu dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Mulai 2025, dilakukan penyederhanaan sistem pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Langkah para pendidik dapat lebih fokus pada tugas utama mereka tanpa terbebani tugas administratif yang berlebihan.
Di bidang teknologi, transformasi digital pendidikan menjadi salah satu fokus utama. Pada Selasa (21/1/2025) telah dilakukan peluncuran platform Rumah Pendidikan.
Melalui aplikasi tersebut ada lebih dari 950 layanan pendidikan yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses bagi siswa, guru, dan orang tua untuk mendapatkan informasi serta layanan pendidikan.
Sarana dan prasarana juga menjadi prioritas bagi Kemedikdasmen. Mulai 2025, renovasi sekolah dikelola dengan sistem swakelola, memastikan pengelolaan yang lebih efisien dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Di sisi lain, untuk menyempurnakan sistem evaluasi saat ini, inovasi dalam asesmen pendidikan tengah dipersiapkan. Melalui konsep baru yang dirancang dapat mengukur capaian belajar murid. Pendekatan ini dirancang lebih holistik, sehingga mengurangi tekanan psikologis pada siswa dan lebih relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!