Menata Pasar, Menyusun Rasa Aman: Cerita Pemkot Bandung Menyelesaikan Legalitas Pasar
Proses ini bukan hanya tentang surat dan sertifikat. Lebih dari itu, ini adalah upaya menciptakan rasa aman bagi para pedagang dan pembeli. Ketika pasar memiliki kejelasan hukum, semua pihak bisa fokus pada hal yang lebih penting: perdagangan dan kesejahteraan. “Ini bukan soal keberanian ambil terobosan, tapi soal kepatuhan terhadap aturan,” ujar Farhan mantap.
Bagi Pemkot Bandung, menata pasar berarti juga menata denyut ekonomi rakyat. Dari Cihaurgeulis hingga Kebon Kelapa, dari kios sederhana hingga gedung megah, setiap meter tanah yang dilegalkan adalah langkah kecil menuju kepastian. Dan di situlah, kata Farhan, “Pasar bukan sekadar tempat berdagang, tapi juga simbol keadilan dan ketertiban bagi warga kota.”
Dengan langkah yang perlahan tapi pasti, Bandung sedang menulis bab baru dalam sejarah pasarnya — cerita tentang bagaimana tertib hukum bisa tumbuh dari aroma bawang, tawa pedagang, dan semangat hidup warganya sendiri.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!