Misbakhun Soroti Data Desil, Pemerintah Perbaiki DTSEN 29 Aug 2026 Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Hilang 29 Aug 2026 Bagaimana Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Pendaftaran Calon? 29 Aug 2026 Kapten Persija Ungkap Kondisi Tim Jelang Lawan Brisbane Roar 29 Aug 2026 Ikwan Sambut Debut Resmi Bersama Persib di Kompetisi Asia 29 Aug 2026 Mariano Peralta Ungkap Kesiapan Persib Hadapi Manila Digger 29 Aug 2026 Palembang Dikepung Kabut Asap Karhutla, CFN dan CFD Dihentikan Sementara 29 Aug 2026 5 Desa Wisata Gunungkidul dengan Pesona Alam dan Budaya 29 Aug 2026 Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi 29 Aug 2026 Hendrayana: Keberatan Pemberitaan Tempuh Hak Jawab, Bukan Intimidasi 29 Aug 2026 Misbakhun Soroti Data Desil, Pemerintah Perbaiki DTSEN 29 Aug 2026 Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Hilang 29 Aug 2026 Bagaimana Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Tanpa Pendaftaran Calon? 29 Aug 2026 Kapten Persija Ungkap Kondisi Tim Jelang Lawan Brisbane Roar 29 Aug 2026 Ikwan Sambut Debut Resmi Bersama Persib di Kompetisi Asia 29 Aug 2026 Mariano Peralta Ungkap Kesiapan Persib Hadapi Manila Digger 29 Aug 2026 Palembang Dikepung Kabut Asap Karhutla, CFN dan CFD Dihentikan Sementara 29 Aug 2026 5 Desa Wisata Gunungkidul dengan Pesona Alam dan Budaya 29 Aug 2026 Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi 29 Aug 2026 Hendrayana: Keberatan Pemberitaan Tempuh Hak Jawab, Bukan Intimidasi 29 Aug 2026

Mata Silinder (Astigmatisme) – Penyebab, Gejala, Penanganannya

ED
Rabu, 23 Oktober 2024 | 19:17 WIB
Bagikan
Mata Silinder (Astigmatisme) – Penyebab, Gejala, Penanganannya

Ditinjau oleh Dr. Maria Magdalena Purba, SpM

MATA Silinder (Astigmatisme) adalah gangguan refraksi mata seperti rabun jauh (miopia) dan rabun dekat (hiperopia) yang terjadi akibat ketidakmampuan mata membiaskan cahaya sehingga titik fokus jatuh tidak tepat di retina, sehingga menyebabkan penglihatan menjadi kabur.

Seperti dua gangguan lainnya, mata silinder atau astigmatisme merupakan terjadinya bias pada mata akibat kesalahan kornea ketika memproses cahaya yang masuk. Kesalahan ini membuat cahaya jatuh tidak pada titik fokus retina, permukaan peka cahaya di belakang mata, sehingga objek yang dilihat menjadi kabur. Pada mata silinder, hal ini disebabkan oleh kelengkungan kornea yang berbentuk lonjong, bukan kornea dengan bentuk bulat atau normal.

Gangguan refraksi adalah masalah mata yang paling umum terjadi. Menurut data infografis dari Kementerian Kesehatan RI, gangguan refraksi menempati urutan pertama sebagai gangguan mata yang paling banyak dialami oleh masyarakat dunia sejumlah 48,99 %. Meski demikian, hal ini tidak dapat disepelekan sebab gangguan refraksi termasuk mata silinder dapat menyebabkan kebutaan. Secara global, kebutaan akibat gangguan ini berada pada urutan kedua setelah katarak yaitu sekitar 20.62%.

Namun, tidak perlu khawatir. Gangguan refraksi khususnya mata silinder dapat dideteksi gejalanya sejak dini sehingga Anda bisa lebih waspada sebelum terlambat. Adapun penanganan terhadap gangguan ini sudah semakin berkembang dan canggih sehingga risiko menjadi lebih rendah.

Berikut ini penyebab, gejala dan penanganan mata silinder.

Penyebab Mata Silinder

Mata silinder terjadi karena bentuk kornea yang tidak bulat sempurna melainkan lonjong. Penyebab perbedaan bentuk kornea masih menjadi perdebatan di kalangan dokter dan peneliti, namun ada beberapa kemungkinan yang diduga menjadi faktornya.

Pertama, pertumbuhan yang tidak normal ini sudah muncul sejak lahir atau karena faktor keturunan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.