Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi
Helikopter water bombing./visi.news/tangkap layar akun Instagram @jakartainfoterkini.id.
VISI.NEWS - Seorang warga bernama Ahmad Jailani meminta pertanggungjawaban Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah air kolam pemancingan miliknya di Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, diambil helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pengambilan air tersebut membuat volume kolam milik Jailani menyusut drastis dan berdampak terhadap ikan yang sedang dibudidayakan.
Jailani mengatakan sekitar dua ton ikan dari berbagai jenis berada di dalam kolam pemancingan yang dikelolanya sejak 2010.
"Kolam saya ini khusus untuk kolam pemancingan, dan isi kolam ini sebanyak dua ton ikan dengan berbagai jenis," kata Jailani dalam keterangannya dikutip, Sabtu (29/8/2026).
"Karena adanya helikopter tadi ikan menjadi stres dan banyak yang mati," tambahnya.
Helikopter Beberapa Kali Mengambil Air
Helikopter water bombing mengambil air dari kolam milik Jailani pada Kamis (27/8/2026), ketika operasi pemadaman karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.
Jailani mengaku telah berusaha mencegah pengambilan air dengan memberikan kode kepada pilot ketika helikopter melintas di atas kolam. Namun, upaya tersebut tidak dihiraukan sehingga helikopter tetap mengambil air dari kolam pemancingan miliknya.
"Sudah kita kasih kode agar jangan mengambil air di kolam ini. Namun, mereka tetap mengambilnya," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!