Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi
Helikopter water bombing./visi.news/tangkap layar akun Instagram @jakartainfoterkini.id.
Pengambilan air tersebut dilakukan beberapa kali. Helikopter water bombing berulang kali datang hingga persediaan air di kolam pemancingan berkurang secara drastis.
Kolam Dikelola Sejak 2010
Jailani mengandalkan usaha pemancingan yang dikelolanya sejak 2010 untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.
Selama musim kemarau, ia juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mempertahankan ketersediaan air di kolam. Jailani mengisi kolam menggunakan mobil pikap yang dilengkapi tandon air.
Setiap kali mengangkut air, ia mengeluarkan biaya hingga Rp600.000.
"Selama kemarau ini kami berusaha mempertahankan debit air dengan mengisi menggunakan mobil pikap dengan disertai tandon air. Sekali angkut itu saya mengeluarkan biaya sebesar Rp 600.000," beber Jailani.
Setelah air kolam diambil untuk kebutuhan pemadaman karhutla, Jailani merasa dirugikan dan menyatakan keberatan. Ia kini menghitung total kerugian yang dialaminya sebelum meminta ganti rugi kepada BNPB.
Jailani mempertanyakan pihak yang harus bertanggung jawab atas kerugian akibat pengambilan air untuk kebutuhan pemadaman karhutla.
Menurutnya, air yang berada di kolam pemancingan diperoleh menggunakan biaya pribadi untuk menjaga ikan tetap hidup selama musim kemarau.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!