5 Desa Wisata Gunungkidul dengan Pesona Alam dan Budaya 29 Aug 2026 Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi 29 Aug 2026 Hendrayana: Keberatan Pemberitaan Tempuh Hak Jawab, Bukan Intimidasi 29 Aug 2026 Ribuan Warga Pontianak Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap 29 Aug 2026 Tusuk Korban dengan Golok, Pria di Palabuhanratu Diamankan Polisi 29 Aug 2026 Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing Cari Korban Banjir Bandang 29 Aug 2026 Ajakan Geruduk Priangan.com Viral, Manajemen Tempuh Jalur Hukum 29 Aug 2026 Daftar Pesepakbola Remaja Termahal, Ayyoub Bouaddi di Posisi Keberapa? 29 Aug 2026 Pramono Pastikan Jakarta Kembali Normal Usai Aksi Massa 29 Aug 2026 Musa Rajekshah Raih detikSumatera Awards 2026 Berkat Kiprah Infrastruktur Sumut 29 Aug 2026 5 Desa Wisata Gunungkidul dengan Pesona Alam dan Budaya 29 Aug 2026 Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi 29 Aug 2026 Hendrayana: Keberatan Pemberitaan Tempuh Hak Jawab, Bukan Intimidasi 29 Aug 2026 Ribuan Warga Pontianak Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap 29 Aug 2026 Tusuk Korban dengan Golok, Pria di Palabuhanratu Diamankan Polisi 29 Aug 2026 Nepal Tolak Tawaran Bantuan Tim SAR Asing Cari Korban Banjir Bandang 29 Aug 2026 Ajakan Geruduk Priangan.com Viral, Manajemen Tempuh Jalur Hukum 29 Aug 2026 Daftar Pesepakbola Remaja Termahal, Ayyoub Bouaddi di Posisi Keberapa? 29 Aug 2026 Pramono Pastikan Jakarta Kembali Normal Usai Aksi Massa 29 Aug 2026 Musa Rajekshah Raih detikSumatera Awards 2026 Berkat Kiprah Infrastruktur Sumut 29 Aug 2026

Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi

Desi Rossilawati
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:48 WIB
Bagikan
Banyak Ikan Mati Usai Air Diambil Heli Padamkan Karhutla, Pemilik Minta Ganti Rugi

Helikopter water bombing./visi.news/tangkap layar akun Instagram @jakartainfoterkini.id.

Pengambilan air tersebut dilakukan beberapa kali. Helikopter water bombing berulang kali datang hingga persediaan air di kolam pemancingan berkurang secara drastis.

Kolam Dikelola Sejak 2010

Jailani mengandalkan usaha pemancingan yang dikelolanya sejak 2010 untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.

Selama musim kemarau, ia juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mempertahankan ketersediaan air di kolam. Jailani mengisi kolam menggunakan mobil pikap yang dilengkapi tandon air.

Setiap kali mengangkut air, ia mengeluarkan biaya hingga Rp600.000.

"Selama kemarau ini kami berusaha mempertahankan debit air dengan mengisi menggunakan mobil pikap dengan disertai tandon air. Sekali angkut itu saya mengeluarkan biaya sebesar Rp 600.000," beber Jailani.

Setelah air kolam diambil untuk kebutuhan pemadaman karhutla, Jailani merasa dirugikan dan menyatakan keberatan. Ia kini menghitung total kerugian yang dialaminya sebelum meminta ganti rugi kepada BNPB.

Jailani mempertanyakan pihak yang harus bertanggung jawab atas kerugian akibat pengambilan air untuk kebutuhan pemadaman karhutla.

Menurutnya, air yang berada di kolam pemancingan diperoleh menggunakan biaya pribadi untuk menjaga ikan tetap hidup selama musim kemarau.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.