LLDikti VII Dorong Kreativitas Perguruan Tinggi dalam Pelaksanaan MBKM Mandiri
Kegiatan MBKM Mandiri di Jawa Timur tidak hanya berfokus pada penelitian atau kolaborasi industri, tetapi juga ke arah pemberdayaan masyarakat. Sebagai contoh, salah satu universitas di Kediri telah memiliki inkubator UMKM. Ada pula universitas yang melakukan proyek kemanusiaan di yayasan yatim piatu.
Di sisi lain, LLDikti VII juga mendorong perguruan tinggi untuk menggali kekhasan dan kekuatan yang dimiliki setiap kampus dalam melaksanakan MBKM Mandiri. Salah satu contoh adalah Universitas PGRI Madiun yang melaksanakan MBKM Mandiri dengan fokus pendidikan. Kemudian, ada perguruan tinggi berbasis pondok pesantren yaitu Universitas Nurul Jadid di Probolinggo yang telah menggelar program Santri Mengabdi dan Santri Internasional.
“Di Universitas Nurul Hadid, ada program Santri Mengabdi dan Santri Internasional, dikemas sesuai kekhasan kampusnya. Dalm program Santri Internasional, perguruan tinggi melakukan pertukaran mahasiswa dengan perguruan tinggi di Thailand. Asistensi mengajar di Santri Mengabdi juga bukan hanya di Indonesia, tetapi mengajar kelompok belajar masyarakat Indonesia di luar negeri, seperti di Thailand dan Singapura,” papar Indera.
Lebih lanjut, LLDikti VII mendampingi perguruan tinggi dengan cara menjadi fasilitator peningkatan mutu. Menurut Dyah Sawitri, MBKM Mandiri harus dilandasi mutu dan kualitas yang baik. LLDikti VII memfasilitasi peningkatan mutu MBKM Mandiri dengan cara melakukan sosialisasi, meneruskan informasi mengenai MBKM Mandiri yang didapat dari Kementerian ke perguruan tinggi, dan menyampaikan penawaran kerja sama ke perguruan tinggi.
“Kami berharap perguruan tinggi mau mengoptimalkan peluang dan kekuatan MBKM Mandiri, karena ini potensi yang kuat untuk menginovasi proses pendidikan dan membentuk karakter keunggulan prodi masing-masing,” ujar Dyah Sawitri.
LLDikti VII memiliki tagline “LLDikti VII Bergerak Maju untuk Jawa Timur dan Indonesia Emas” dalam rangka mendukung kebijakan MBKM. Ke depannya, LLDikti VII berharap agar jumlah perguruan tinggi yang melaksanakan MBKM Mandiri bisa mencapai lebih dari 50 persen atau sekitar 150 perguruan tinggi di akhir tahun 2024.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!