Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 5 Agustus 2026 5 Aug 2026

Lebih dari 2.000 Kasus Diskriminasi Rasis Tercatat di Jerman

ED
Senin, 22 Agustus 2022 | 16:04 WIB
Bagikan
Lebih dari 2.000 Kasus Diskriminasi Rasis Tercatat di Jerman

VISI.NEWS | JERMAN - Lebih dari 2.000 kasus diskriminasi rasis dilaporkan di Jerman tahun lalu, menurut laporan baru oleh badan anti-diskriminasi top negara itu.

Komisioner anti-diskriminasi negara itu, Ferda Ataman, mengatakan angka-angka itu mengkhawatirkan dan menyerukan tindakan hukum yang lebih kuat.

"Orang-orang di Jerman masih mengalami diskriminasi setiap hari, terutama di pasar kerja dan dalam bisnis sehari-hari dan ketika mencari akomodasi, dan terkadang oleh otoritas publik atau di jalan," kata Ataman.

"Saya juga ingin orang-orang mengetahui hak-hak mereka dan bahwa diskriminasi itu ilegal. Saya ingin membuat Undang-Undang Kesetaraan Jerman lebih dikenal dan menunjukkan bagaimana diskriminasi dapat dicegah secara khusus," tambahnya.

Menurut laporan itu, total lebih dari 5.600 orang diajukan. pengaduan diskriminasi, 37% dari kasus tersebut adalah diskriminasi di tempat kerja. Sekitar 9% dari pengaduan tersebut diajukan oleh orang-orang yang mengalami diskriminasi atau kerugian karena agama mereka.

Federal Anti-Discrimination Agency menawarkan konsultasi kepada orang-orang yang secara profesional atau kehidupan pribadi telah mengalami diskriminasi atas dasar asal etnis, agama, kepercayaan, identitas seksual, usia, kecacatan atau jenis kelamin.

Untuk memenuhi peningkatan yang signifikan dalam pertanyaan, Badan Anti-Diskriminasi mendirikan pusat layanan tahun lalu untuk menyediakan layanan baru dan diperluas layanan konsultasi telepon.

"Sangat penting bagi saya bahwa kita dapat membantu orang-orang yang terkena dampak di Jerman dengan lebih baik. Kami juga melihat dari hasil penelitian kami bahwa hukum yang kami miliki saat ini tidak selalu cukup membantu; Sayangnya, lembaga anti diskriminasi hanya memiliki kesempatan untuk membuat penilaian hukum, ”kata Ataman.

“Undang-undang anti diskriminasi saat ini sangat lemah. Orang harus pergi ke pengadilan sendiri jika mereka ingin pergi ke pengadilan, tetapi yang dapat kami lakukan sebagai badan anti diskriminasi adalah kami dapat meminta pernyataan dari majikan, atau dari orang lain yang terlibat. Kita bisa mencoba membantu mereka mencapai penyelesaian, tetapi untuk mengambil tindakan hukum, orang harus membuat keputusan itu sendiri dan, untuk saat ini, kami hanya bisa memberi mereka pendapat hukum, ” tambahnya.

Sejak 2019, Badan Anti-Diskriminasi Federal menerbitkan laporan tahunan tentang kegiatannya. @fen/sumber: anadolu agency/dailysabah.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.