Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026

Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang

ED
PN
Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:24 WIB
Bagikan
Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang

Ilustrasi. /visi.news/ist

Menurut organisasi tersebut, belum adanya perlindungan hukum memungkinkan praktik penangkapan satwa liar terus berlangsung untuk berbagai kepentingan, mulai dari pengembangbiakan komersial, perdagangan satwa peliharaan, penjualan di pasar, hingga eksploitasi sebagai konten media sosial.

Selain ancaman perdagangan, mereka juga menilai meningkatnya alih fungsi kawasan hutan dan kerusakan habitat telah memicu konflik antara manusia dan monyet ekor panjang.

Konflik tersebut, menurut mereka, kerap dijadikan alasan untuk menangkap satwa liar yang kemudian masuk ke rantai perdagangan maupun ekspor.

Koalisi juga mengingatkan kembali temuan Action for Primates pada 2022 yang merilis rekaman video mengenai penangkapan monyet liar di Indonesia.

Dalam dokumentasi tersebut terlihat praktik penangkapan yang disebut berlangsung secara brutal, termasuk pemisahan bayi monyet yang masih menyusu dari induknya, perlakuan kasar terhadap satwa, hingga pembunuhan terhadap monyet yang dianggap tidak memenuhi kriteria.

Mereka menilai tindakan tersebut bertentangan dengan standar kesejahteraan hewan internasional.

Koalisi menambahkan bahwa monyet ekor panjang merupakan primata non-manusia yang paling banyak digunakan dalam uji toksisitas, yaitu pengujian yang bertujuan mengetahui dampak berbahaya suatu obat atau bahan kimia.

Prosedur tersebut dinilai menyebabkan penderitaan berat hingga kematian satwa.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.