Link Live Streaming Persib Vs Manila Digger, Marc Klok Targetkan Kemenangan 31 Aug 2026 Persib Tanpa Tiga Pemain Saat Hadapi Manila Digger di ACL Two 31 Aug 2026 Sertipikat Elektronik ATR/BPN Lindungi Dokumen Tanah dari Risiko Hilang dan Rusak 31 Aug 2026 Korban Banjir Nepal-China Tembus 919 Jiwa, 4.793 Orang Hilang 31 Aug 2026 Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang 31 Aug 2026 Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.710 per Dolar AS 31 Aug 2026 Pramono: POPPROV DKI 2026 Jadi Seleksi Atlet Menuju PON 2028 31 Aug 2026 Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Rekam Jejak Perjalanan Indonesia Membangun Negara 31 Aug 2026 Kantor GRIB Jaya di Jakbar Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Charger 31 Aug 2026 Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla, Ini Ketentuannya 31 Aug 2026 Link Live Streaming Persib Vs Manila Digger, Marc Klok Targetkan Kemenangan 31 Aug 2026 Persib Tanpa Tiga Pemain Saat Hadapi Manila Digger di ACL Two 31 Aug 2026 Sertipikat Elektronik ATR/BPN Lindungi Dokumen Tanah dari Risiko Hilang dan Rusak 31 Aug 2026 Korban Banjir Nepal-China Tembus 919 Jiwa, 4.793 Orang Hilang 31 Aug 2026 Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang 31 Aug 2026 Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.710 per Dolar AS 31 Aug 2026 Pramono: POPPROV DKI 2026 Jadi Seleksi Atlet Menuju PON 2028 31 Aug 2026 Ahmad Muzani: Arsip Konstitusi Rekam Jejak Perjalanan Indonesia Membangun Negara 31 Aug 2026 Kantor GRIB Jaya di Jakbar Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Charger 31 Aug 2026 Kemendikdasmen Terbitkan Aturan Pembelajaran Sekolah Terdampak Karhutla, Ini Ketentuannya 31 Aug 2026

Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang

Desi Rossilawati
Senin, 31 Agustus 2026 | 16:29 WIB
Bagikan
Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang

Banjir Bandang Nepal-Tibet./visi.news/

VISI.NEWS - Keputusan cepat Kepala Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli di Nuwakot, Nepal, Rajendra Dawadi, menyelamatkan sekitar 900 murid dari banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut.

Dawadi mengevakuasi seluruh siswa hanya sekitar 10 menit sebelum banjir menerjang kawasan sekolah. Ia mengatakan menerima empat panggilan telepon pada pukul 09.10 waktu setempat yang memperingatkan adanya ancaman bencana.

Tanpa menunggu lama, Dawadi langsung meminta para murid berlari menuju tempat yang lebih tinggi. Ia juga memerintahkan bus sekolah yang membawa siswa untuk berbalik arah dan segera meninggalkan kawasan tersebut.

"Jika kami tidak mengambil keputusan dengan cepat, jika terlambat 10 menit saja, kami semua, termasuk para siswa dan saya sendiri, tidak akan bisa berbicara dengan Anda hari ini," ujar Dawadi kepada BBC.

Peringatan mengenai banjir datang dari empat orang berbeda dalam hitungan menit. Salah satunya merupakan orang tua siswa yang datang langsung ke sekolah untuk menjemput anaknya.

"Seorang orang tua murid datang dan mengatakan, 'banjir besar sedang menuju ke sini. Saya datang untuk menjemput putri saya, saya akan membawanya pulang'," ujarnya.

Menurut Dawadi, kedatangan orang tua tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting untuk segera mengambil keputusan.

"Orang tua tidak akan terburu-buru tanpa alasan yang kuat. Saat itu saya yakin bahwa saya tidak boleh menyia-nyiakan sedetik pun untuk mengevakuasi anak-anak," katanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.