Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang
Banjir Bandang Nepal-Tibet./visi.news/
"Saya memutuskan tidak boleh menunda lagi. Kalaupun banjir itu tidak datang, yang hilang hanya satu hari kegiatan belajar-mengajar."
"Saya bangga karena kami berhasil menyelamatkan begitu banyak nyawa."
Sekolah Tertimbun Lumpur dan Puing
Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Nepal tersebut membuat bangunan Sekolah Menengah Tribhuvan Trishuli tertimbun lumpur dan puing-puing.
Dawadi mengatakan air datang dengan sangat cepat. Sebuah gedung asrama yang berjarak sekitar 100 meter dari sungai bahkan langsung tersapu dan terendam.
Salah seorang siswa, Yunisha Amatya, 16 tahun, mengatakan dirinya dan teman-temannya berhasil menyelamatkan diri hanya beberapa saat sebelum banjir menerjang.
"Saya dan teman-teman saya selamat hanya karena selisih sekitar 10 detik," katanya kepada BBC.
Yunisha mengatakan ketika banjir datang, dirinya dan siswa lain sedang mengikuti kegiatan belajar di kelas. Para guru kemudian memberi tahu siswa mengenai ancaman banjir dan meminta mereka segera pulang.
Ia bersama teman-temannya kemudian bergegas menuju tempat yang lebih tinggi melalui jalur evakuasi di belakang sekolah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!