Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang
Banjir Bandang Nepal-Tibet./visi.news/
"Jika saya harus pindah sekolah, saya akan kehilangan teman-teman lama dan harus menghadapi kesulitan untuk mendapatkan teman baru. Saya sedih memikirkan masa depan pendidikan saya."
Banjir bandang tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 794 orang dan menyebabkan ribuan orang lainnya hilang.
Dawadi menilai sistem peringatan dini yang lebih baik, termasuk sirene dan peringatan evakuasi, dapat membantu masyarakat merespons ancaman bencana dengan lebih cepat.
Namun, ia meyakini keputusan untuk segera mengevakuasi para siswa menjadi faktor penting yang mencegah jatuhnya korban lebih banyak di lingkungan sekolah.
"Seandainya saya memutuskan menutup sekolah setelah jam pelajaran berakhir, mungkin tidak akan ada yang tersisa. Yang terdengar pada pukul 09.30 hanyalah bunyi bel sekolah," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!