Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang
Banjir Bandang Nepal-Tibet./visi.news/
Setelah hampir satu jam tanpa kabar, panggilan Yubaraj akhirnya tersambung dan Yunisha menjawab telepon tersebut.
"Ketika akhirnya putri saya mengangkat telepon, saya tidak bisa menahan diri dan langsung menangis. Dua kerabat yang bersama saya juga ikut menangis dan memeluk saya," ujarnya.
Yunisha mengatakan dirinya juga tidak mampu berkata-kata ketika menerima telepon dari sang ayah setelah berhasil mencapai tempat aman.
"Setelah saya berhasil mencapai puncak bukit, saya menerima telepon dari ayah saya. Beliau menangis, dan saat itu saya tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun," katanya.
Ibu Yunisha, Sabina Kumari Shrestha, mengaku sangat lega setelah putrinya akhirnya kembali ke rumah tiga hari setelah banjir.
"Bahkan adik perempuan Yunisha tidak bisa tidur. Tetapi saya sangat lega dan bahagia ketika melihatnya kembali setelah tiga hari, pada Jumat," kata ibunya.
Khawatir Pendidikan Terhenti
Setelah selamat dari bencana, Yunisha kini mulai memikirkan kelanjutan pendidikannya.
"Sekarang saya khawatir tentang kelanjutan pendidikan saya," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!