Kisah Kepala Sekolah Nepal Selamatkan 900 Murid sebelum Banjir Bandang
Banjir Bandang Nepal-Tibet./visi.news/
"Saya tidak bisa berjalan cepat, dan teman-teman membantu saya naik ke tempat yang lebih tinggi. Kami berusaha sekuat mungkin mencapai area yang lebih aman. Kami melarikan diri melalui tangga sempit di bagian belakang sekolah. Dalam sekejap, pasar di depan mata saya tersapu banjir," ujarnya.
Menurut Yunisha, para siswa dan warga sempat berdesakan ketika berusaha mencapai lokasi yang lebih aman. Mereka kemudian bergerak beberapa ratus meter menuju tempat yang lebih tinggi sebelum mengungsi ke desa tetangga.
Terjebak Dua Malam
Banjir menyebabkan sejumlah jalan terputus dan transportasi lumpuh. Kondisi tersebut membuat banyak siswa dan guru terjebak selama dua malam sebelum akhirnya tim penyelamat berhasil mencapai lokasi.
Dawadi dan Yunisha, yang tinggal di seberang sungai dari sekolah, kemudian diterbangkan menggunakan helikopter menuju kampung halaman mereka.
Sementara itu, keluarga siswa sempat diliputi kecemasan karena kesulitan menghubungi anggota keluarga mereka.
Ayah Yunisha, Yubaraj Amatya, bahkan sempat mengira putrinya menjadi korban setelah melihat kawasan Pasar Trishuli tersapu banjir.
"Tak lama setelah kabar banjir menyebar, saya mencoba menelepon putri saya, tetapi tidak bisa terhubung. Saat itu saya mulai merasa takut," katanya.
"Dalam beberapa menit saya langsung menuju sekolah putri saya, tetapi Pasar Trishuli sudah tersapu banjir. Saat itu saya mengira putri saya sudah tidak ada. Saya sangat terpukul. Saya menghentikan sepeda motor saya. Meski banjir sedang terjadi, saya tidak bisa membayangkan pulang tanpa putri saya."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!