KHUTBAH JUMAT | Takwa dan Kepedulian Sosial
Ilustrasi./visi.news/ist.
Karena itu takwa adalah bukan saja urusan pribadi, akan tetapi berkaitan pula dengan urusan keluarga, urusan lembaga pendidikan, urusan masyarakat dan bahkan juga urusan negara.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Hadirin yang Dimuliakan Allah,
Ramadhan juga mendidik kita untuk memiliki solidaritas kemanusiaan. Rasa lapar yang kita rasakan selama Ramadhan seharusnya membuka hati kita untuk merasakan penderitaan orang lain.
Dalam ajaran Islam, solidaritas ini disebut ta’awun, yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Ta’awun berarti saling membantu dalam kebaikan; memperkuat solidaritas kemanusiaan. Selain itu, ta’awun juga berarti menghadirkan kepedulian bagi mereka yang menderita. Dan Idul Fitri seharusnya melahirkan masyarakat yang lebih peduli, lebih adil, dan lebih beradab.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!