KHUTBAH JUMAT | Takwa dan Kepedulian Sosial
Ilustrasi./visi.news/ist.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Ramadhan juga mengajarkan kepada kita spirit pembebasan. Tauhid bukan hanya sebuah keyakinan teologis. Tauhid adalah kekuatan yang membebaskan manusia.
Kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ berarti membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah. Ia juga berarti membebaskan manusia dari sistem yang menindas, membebaskan manusia dari kekuasaan yang zalim, dan membebaskan manusia dari berbagai bentuk penjajahan.
Karena itu, Islam sejak awal hadir untuk membebaskan manusia dari kezaliman seperti perbudakan menuju keadilan dan kemuliaan. Inilah yang disebut sebagai gerakan tahriru raqabah. Misi inilah yang pertama kali diemban oleh Rasulullah Muhammad, yaitu menegakkan tauhid yang implikasi sosialnya adalah memerdekakan budak dan mengembalikan derajat, kehormatan dan kedaulatan mereka yang selama ini tertindas.
Namun, hari ini kita menyaksikan bahwa berbagai bentuk kezaliman masih terjadi di dunia. Kita menyaksikan krisis kemanusiaan yang sangat memilukan di berbagai tempat, termasuk penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina dan Gaza, di mana ribuan manusia kehilangan rumah, kehilangan keluarga, dan bahkan kehilangan nyawa sebagai akibat dari penindasan yang dilakukan Israel dan memperoleh dukungan penuh dari Amerika.
Kita juga menyaksikan meningkatnya konflik dan ketegangan global yang berpotensi memperluas penderitaan umat manusia. Menyusul penghancuran di Gaza dan Palestina, serangan Israel-Amerika terhadap Iran dan serangan balasan Iran telah meningkatkan ketegangan dan pertentangan luas dengan berbagai akibatnya.
Semua ini menunjukkan bahwa dunia kita sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat serius. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh bersikap acuh tak acuh.
Keimanan harus melahirkan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Gerakan orang-orang yang bertakwa untuk beramar ma’ruf-nahi munkar adalah sebuah keniscayaan untuk memperbaiki kehidupan supaya terwujud kemaslahatan, kedamaian dan keadilan atau maslahah ‘ammah dan rahmatan lil ‘alamin.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!