KHUTBAH JUMAT | Takwa dan Kepedulian Sosial
Ilustrasi./visi.news/ist.
Orang yang bertakwa adalah orang yang peduli terhadap kebaikan bersama, yang memperjuangkan keadilan, dan yang berusaha mencegah berbagai bentuk kemungkaran. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran yang memerintahkan dengan tegas:
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian penting dari takwa. Kita diperintahkan untuk mengajak kepada kebaikan dan berusaha mencegah kemungkaran.
Khusus menyangkut soal nahi munkar, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذٰلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ
Kemungkaran bukan hanya perbuatan dosa pribadi. Kemungkaran juga bisa berbentuk kezaliman sosial, penindasan, ketidakadilan, dan eksploitasi terhadap manusia, baik yang dilakukan oleh kelompok maupun oleh suatu negara sekalipun.
Oleh karena itu, orang yang benar-benar bertakwa tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk membela kebenaran dan menolak kezaliman, apalagi saat ini kita menyaksikan satu bentuk kezaliman besar dan sistematis karena didukung oleh kekuatan politik negara, jaringan internasional, ekonomi, dan militer.
اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!